Longsor, DPRD Donggala Akan Tinjau Galian C di Desa Walandano

- Periklanan -

Inilah lokasi galian C yang berada di Kecamatan Balaesang Tanjung yang dikelugkan masyarakat sekitar. (Foto: UjangSuganda)

DONGGALA – Kondisi longsor di desa Walando hingga Malei Kecamatan balaesang tanjung kian memburuk. Salah satu faktor terjadinya longsor memang karena hujan yang mengguyur dua desa tersebut beberapa pekan terakhir. Akibatnya akses jalan nyaris tak bisa dilalui kendaraan roda dua.

Namun menurut tokoh Masyarakat Desa Malei, Israfil, penyebab lainnya hingga terjadi longsor tersebut karena adanya kativitas galian C di sekitar jalan penghubung Desa Walandano dan Malei tersebut. Israfil mengaku titik longsor terparah juga berada di sekitar galian C. “Masyarakat sini sudah cukup lama mengeluhkan aktivitas galian C tersebut,” ungkapnya.

- Periklanan -

Secara deatilnya kata Israfil, galian C tersebut mengeruk tanah di bagian gunung desa walandano yang merupakan aliran air. Akibatnya aliran air semakin deras turun ke bagian jalan. “Jadi sedikit demi sedikit air itu merusak jalan dan akhirnya terjadi lah longsor. Ditambah lagi ketika terjadi hujan, aliran air itu semakin deras karena jalurnya air yang mereka bongkar,” terangnya.

Dengan adanya galian C tersebut menurut Israfil juga berdampak bagi nelayan sekitar. Pasalnya tepat di bibir pantai dibangun sebuah dermaga yang ditimbun menggunakan pasir dan tanah. Akibatnya air menjadi kerus dan salah satu spot nelayan untuk mencari ikan hilang. “Sebelumnya nelayan juga sering menangkap ikan di sekitar galian C itu, tapi sekarang sudah tidak bisa. Kami hanya berharap, akses jalan maupun aktivitas kami di Kecamatan Balaesang Tanjung ini tidak terganggu dengan adanya galian C itu,” harapnya.

Menanggapai keluhan masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Donggala rencananya akan turun langsung untuk meninjau lokasi bencana longsor sekaligus meninjau aktivitas galian C tersebut. hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Donggala, Asis Rauf. Dalam waktu dekat ini kata Asis akan da tim yang turun ke lapangan. “Kita akan turun ke lokasi untuk melihat langsung aktivitas galian C yang menurut warga sekitar dikeluhkan,” ujarnya.

Disamping itu DPRD juga kata Asis akan memeriksa izin maupun berkas-berkas tambang galian C tersebut. Agar akses masyarakat di Kecamatan Balaesang Tanjung bisa kembali normal, maka diharapkan pula peran dari Pemerintah untuk mengantisipasinya. “Kita akan cek IUP galian C itu,” pungkasnya. (ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.