Lolos di Bandara Internasional, Ditangkap di Palu

Dikendalikan dari Rutan, Kurir Sabu Dijanji Rp30 Juta

- Periklanan -

PALU –  Dengan alasan karena membutuhkan uang banyak, tukang Ojek yang nekat menjadi kurir Sabu, inisial HI (27) yang beralamat di Kota Palembang Kecamatan Ilir Timur Sumatra Selasan, sempat meloloskan narkoba sebanyak 1 Kilogram dari bandara Internasional Kualanamu di Medan menggunakan pesawat Lion JT 739KI, namun pengirimannya berakhir di Kota Palu, saat transit Jakarta-Palu menggunakan JT 820. Pelaku mengakui bahwa dirinya dijanji akan diberikan uang sebesar Rp 30 juta, apabila sampai di tangan pemesan.

Dirnarkoba Polda Sulteng Dodi Rahmawan, menjelaskan salah seorang penumpang pesawat maskapai nasional yang terbang dari Medan Sumatra Utara setelah melakukan perjalanan dan transit di Jakarta tujuan Palu, Selasa (11/2) malam, berhasil diamankan bersama dengan barang bukti.

Kronologi penangkapan menurutnya, bahwa dirinya sudah mempelajari modus para pelaku yang masih melakukan penyelundupan melalui jalur udara, dengan memiliki jaringan intelijen yang kuat. Dirinya akhirnya mendapatkan laporan bahwa ada salah seorang kurir yang akan mengantarkan barang ke wilayah Palu.

“Jadi kami sudah pelajari caranya, dan modusnya semua hampir sama, sebelumnya pelaku berpisah dengan temannya di Medan, dan pelaku diminta untuk mengantarkan narkoba ke Palu, di Palu pelaku akan memesan grab, itu informasi yang kami dapat,” katanya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pelaku langsung meminta anggotanya untuk menyamar sebagai sopir mobil taxi bandara, setelah melihat pelaku, petugas langsung menawari tumpangan, dan akhirnya pelaku masuk dalam perangkap aparat kepolisian. “Saat itulah kami bilang, berhasil, karena pelaku masuk dalam mobil kami, dan langsung dilakukan penggeledahan, masih di sekitar bandara,” terangnya.

Setelah digeledah, petugas meminta pelaku melepas sepatunya, karena badan pelaku kecil namun sepatu pelaku besar. “Ukuran kaki pelaku 38 tetapi sepatu yang digunakan 41, narkobanya disimpan di atas lidah sepatu,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui hanya melakukan satu kali pengiriman, dimana pelaku memiliki hubungan keluarga dengan yang mengarahkannya yaitu YD warga binaan Rutan Kelas II Palu. “ Kami juga sudah periksa YD, dan sekarang masih dalam pengembangan,” katanya.

- Periklanan -

Pelaku saat ini diamankan di Ditresnarkoba Polda Sulteng berikut barang bukti berupa dua plastik kristal putih diduga sabu 1 Kilo Gram, uang tunai Rp 650.000, sepasang sepatu warna hitam, satu buah ransel, satu buah tas kecil warna coklat, satu buah hand phone dan KTP. Terhadap pelaku dapat diancaman pasal 112 UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara minimal lima tahun dan maksimal hukuman penjara seumur hidup.

“Barang narkoba ini, akan diambil oleh SN, namun transaksinya tidak di bandara, karena pelaku sudah akan bergerak meninggalkan bandara, sehingga SN inilah yang masih dalam pengembangan,” jelas Dodi.

Saat dimintai keterangan, HI menyampaikan bahwa dirinya dijanjikan akan diupah Rp30 juta apabila berhasil, dan telah merencanakan aksi pengirimannya itu selama 2 hari. “Dua hari saja merencanakan untuk pengiriman ini, dan sepatu memang sudah saya siapkan, sengaja besar biar barang ini bisa masuk,” jelasnya.

Sementara Kapolda Sulteng Irjen Pol, Syafril Nursal, menegaskan bahwa akan melakukan penyelidikan lebih dalam, sampai bisa pengiriman tersebut lolos terbang ke Palu, padahal diketahui bahwa sistem pemeriksaan di bandara cukup ketat, dan memiliki alat sensor.

“Inilah yang saya meminta kepada anggota untuk mendalami ini, karena melewati bandara Internasional, kenapa bisa lolos, apakah pemeriksaan tidak begitu ketat sampai pada sepatu,” katanya.

Terpisah Kepala Rutan Kelas II Palu, Yansen mengatakan, pihak Polda Sulteng berkoordinasi dengannya untuk mendukung jaringan kelompok yang melibatkan salah seorang warga binaan Rutan Kelas II inisial YD. “Intinya kami mendukung Polda Sulteng dalam pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan warga binaan Rutan Palu,” ujarnya.

Saat ini lanjut Yansen, yang baru tiga bulan bertugas di Rutan Kelas II Palu, YD sudah dipindahkan tahanan di blok sebelumnya ke tahanan khusus atau ruang tahanan isolasi. “Sambil menunggu pemeriksaan pihak Polda ke YD kami tempatkan dia di tahanan isolasi,” jelasnya.

Ditanya apakah sudah dilakukan pemeriksaan terhadap YD yang diduga bisa berkomunikasi menggunakan Handphone dengan tersangka HI yang ditangkap membawa narkoba dari Palembang. “Ini yang menjadi atensi saya. Kenapa bisa barang seperti HP bisa lolos masuk ke dalam Rutan. Sementara barang itu juga dilarang masuk atau dimiliki warga Rutan,” pungkasnya. (who)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.