Lolos di Balikpapan, 14 Pemudik Ditahan di Pelabuhan Ferry Taipa

- Periklanan -

PALU- Sebanyak 14 warga asal Mamuju, Pantai Timur dan Gorontalo yang nekat mudik melalui jalur laut dari Balikpapan ke Pelabuhan Ferry Taipa menggunakan KMP Tuna.

Belasan penumpang diketahui petugas pelabuhan, saat dilakukan pemeriksaan tidak mengantongi surat persyaratan dokumen kesehatan sesuai dengan aturan PM 25 tahun 2020. Pemudik tersebut beralasan karena tidak memiliki uang untuk bertahan hidup di Kalimantan ditengah covid-19, sehingga memutuskan untuk pulang ke Palu.

Kepala Kepolisian Sektor Kesatuan Pelaksanaan Keamanan Pelabuhan (KP3) Pantoloan, IPDA Syarif SH, membenarkan adanya penahanan terhadap 14 warga Kota Palu yang lolos dari pelabuhan Kalimantan menggunakan Kapal yang tiba di pelabuhan Ferry Taipa tanpa disertai dengan dokumen kesehatan.

- Periklanan -

“Kami sedang rapatkan berkaitan dengan hal itu bersama dengan KSDP, ada sebanyak 14 warga yang lolos dari Balikpapan,” ujarnya, Selasa (19/5) kemarin.

Sementara, KSDP Taipa Ariadi menyampaikan bahwa tidak benar soal penumpang tersebut tidak memiliki tiket, yang benar bahwa tidak disertai dokumen kesehatan dan persoalan ini telah diputuskan untuk diserahkan langsung ke Dishub Kota Palu. “Akan ditangani langsung oleh Dishub Kota Palu dan instansi terkait,” katanya.

Kemudian Kepala Dishub Kota Palu, Moh Arif Lamakarate menyampaikan 14 warga tersebut bukan warga Kota Palu melainkan dari luar Kota Palu, ada yang dari Mamuju, Pantai Timur dan Gorontalo. “Kita tetap kembalikan ke tempat tujuannya,” ujarnya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.