Lokasi Tsunami Jadi Berkah Pemulung

- Periklanan -

FOTO: MUGNI SUPARDI/RADAR SULTENG
CARI BARANG BEKAS: Warga menyerbu lokasi pembuangan barang-barang bekas dari pergudangan Mamboro, Kamis (29/11).

PALU – Salah satu lokasi yang terkena dampak Tsunami di Kelurahan Layana, Kamis kemarin ramai dikunjungi warga. Pantauan Radar Sulteng, tepatnya di depan pusat pergudangan Jalan Dupa Indah terlihat puluhan warga tengah mengumpulkan besi untuk dijual ke pengepul.

Sebelumnya puing-puing reruntuhan di lokasi tersebut telah diratakan menggunakan ekskavator. Namun kini telah kembali ramai dikunjungi warga atau pemulung, hal tersebut di karenakan reruntuhan pergudangan dievakuasi ke lahan kosong didepanya sehingga dengan leluasa para pemulung ini bisa mencari barang-barang yang bisa dikomersikan menjadi uang seperti besi, cat, thiner dan popok.

Nasir, salah satu pemulung yang ditemui Radar Sulteng, Kamis kemarin mengatakan, sudah sekitar satu Minggu puing-puing pergudangan dipindahkan ke depan pergunangan atau tepat di dekat bibir pantai Teluk Palu.

- Periklanan -

“Karena ini banyak beton-beton saya lihat, makanya saya kesini dengan teman kumpulkan besi,” ungkap Nasir.

Dirinya juga mengaku, hampir setiap hari datang ke lokasi tersebut untuk mengumpulkan besi bekas. Namun kata dia, tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam gudang untuk mencari besi. “Biasa dikasih, tapi ini belum. Jadi kita cari yang di luar sini saja,” tuturnya.

Dalam amatan Nasir, tidak hanya para pemulung yang datang ke lokasi itu, bahkan kata dia para pengepul juga telah mulai berdatangan untuk membeli besi. “Selain besi ada juga cat kita pungut. Enaknya di sini habis kita kumpul langsung ada yang beli dan ditimbang langsung di sini,” aku Nasir.

Berbeda dengan Lela, yang mengaku singgah untuk mencari barang-barang yang masih bisa digunakan, seperti kayu, seng dan cat bekas. Meski begitu kata dia, harus bersusah payah untuk menggali reruntuhan hingga menemukan barang yang dicari. “Ini banyak orang, jadi kita berlomba-lomba mencari barang. Kalau besi susah mau di buka makanya kita cari yang ringan-ringan saja,” sebut Lela. (win)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.