Listrik Padam Saat Pelaksaan STQH, Sekkab Morut Minta Maaf

- Periklanan -

MORUT – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Morowali Utara (Morut) Ir Musda Guntur MM menyampaikan permohonan maaf kepada Kafilah peserta Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) ke-25 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kolonodale, Morut.

Permohonan sebagai tuan rumah STQH tersebut disampaikan Musda Guntur saat menyambangi rumah kafilah yang menyebar di Kelurahan Bahoue, Kolonodale, dan Bahontula, Selasa (12/3). Dalam kunjungannya, Sekab Morut didampingi Assisten I Victor August Tamehi.

Musda Guntur yang mewakili Bupati Morut Aptripel Tumimomor mengatakan pihaknya harus meminta maaf atas pelayanan yang kiranya masih terdapat kekurangan selama kegiatan tersebut berlangsung.

Ketidak-nyamanan yang dimaksud Musda termasuk pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam sehari. Bahkan pemadaman juga terjadi hingga malam hari.

“Selaku tuan rumah, kami meminta maaf. Mungkin masih banyak kekurangan dalam beberapa hari ini. Ya termasuk pemadaman listrik,” kata Musda di rumah Kafilah yang ditempati utusan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kabag Kesra Pemkab Bangkep Harto Nursin yang menerima kunjungan Sekda justeru berterima kasih atas sambutan hingga pelayanan yang diberikan Pemkab Morut.

Soal pemadaman listrik, Harto Nursin tak menyalahkan pemerintah daerah. Sebab menurutnya tanggungjawab tersebut berada di tangan pihak penyedia dalam hal ini Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Kami wajib berterimakasih kepada Pemkab Morut yang telah memberikan pelayanan optimal. Kalau masalah listrik yah kita maklumi saja,” kata Harto.

Harto juga menyebut daerahnya adalah kontingen terbanyak dengan jumlah peserta mencapai 56 orang. Di antara mereka, dua orang peserta telah kembali ke Bangkep.

- Periklanan -

“Dua orang peserta harus kembali karena akan mengikuti kuliah kerja nyata,” jelasnya.

Selain itu, Musda juga meminta maklum kepada tamu daerah akibat menurunnya kualitas komunikasi di Morut. Buruknya kualitas jaringan seluler yang disediakan Telkomsel ini sebenarnya sudah terjadi lebih dari satu bulan terakhir.

“Komunikasi sangat penting. Namun beginiliah kondisi daerah kita yang jaringan selulernya sangat buruk,” kata Musda di rumah kafilah Kabupaten Buol.

Sekretaris LPTQ Buol Nur Khairi didampingi Kasubag Kesera Pemkab Buol Nurhayati Kolo’i saat menerima kunjungan Sekkab Morut beserta rombongan tidak mempersoalkan hal itu.

Nur Khairi tak lupa menyampaikan ucapan terimaksih mewakili darahnya atas pelayanan yang telah diberikan tuan rumah STQH ke-25 tersebut.

Menurut Nur Khairi, pemadaman dan jaringan telepon yang buruk bukan menjadi indikator penghalang suksesnya kegiatan ini.

“Kami tak lupa menghaturkan terimaksih sebesar-besarnya atas kesungguhan Morut sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Sekkab Morut beserta Assisten I yang juga didampingi Koordinator Liaison Officer (LO) STQH 25 Sulteng ustadz Faizal Dg Siame selanjutnya mengunjungi rumah kafilah Kabupaten Morowali, Tojo Una-Una, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Banggai, Banggai Laut, Toli-Toli, Kota Palu dan Morut.
Sementara untuk kafilah Kabupaten Poso menempati kediaman pribadi Sekkab Morut.

“Saya tiap hari minta maaf sama kafilah Poso. Jadi kali ini tidak perlu lagi kesana,” kata Musda tersenyum. (ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.