Lima Wilayah Rawan Lakalantas

- Periklanan -

PALU – Lima wilayah di Sulawesi Tengah dinilai rawan terjadi kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) dan tingkat fatalitas akibat korbannya  meninggal dunia (MD) maupun luka-luka. Kelima wilayah tersebut yakni, jalur Bahodopi Kabupaten Morowali. Jalur menuju Kota Luwuk Kabupaten Banggai. Jalur Kabupaten Poso. Jalur Pantai Timur Kabupaten Parimo. Wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala.
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah, Suryadi, SE menjelaskan, untuk triwulan pertama (Januari, Pebruari, Maret) PT Jasa Raharja Sulteng telah menyelesaikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas senilai Rp4.5 miliar. Dari nilai tersebut kata Suryadi didampingi Kanit Operasional dan Humas, Alwin Bahar SH dapat diketahui jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas triwulan pertama sekira-kira 90 orang karena setiap ahli warisnya menerima santunan senilai Rp50 juta. ‘’Estimasinya atau rata-rata ada satu orang setiap hari meninggal akibat kecelakaan lalulintas selama triwulan pertama,’’ jelasnya kepada Radar Sulteng, Jumat (26/6).
Terkait wilayah yang dinilai rawan lakalantas kata orang pertama di Jasa Raharja Sulteng, ada lima wilayah berdasarkan data lakalantas dari kepolisian maupun evaluasi Jasa Raharja yakni, Kabupaten Morowali jalur menuju Bahodopi. Jalur Kabupaten Poso. Jalur menuju Kota Luwuk Kabupaten Banggai. Jalur pantai Timur Kabupaten Parimo. Wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala.
Masih kata Suryadi, banyak faktor yang mengakibatkan kecelakaan lalulintas di wilayah yang disebutkan rawan tersebut. Mulai dari human error, tidak tertib berlalulintas karena jalan yang mulus banyak tingkungan. Juga kondisi lokasi yang gelap alias kurang penerangan.
‘’Berbagai upaya telah kami lakukan untuk mencegah musibah tersebut mulai dari sosialisasi tertib berlalulintas dan juga koordinasi dengan dinas perhubungan maupun pihak Ditlantas Polda Sulteng,’’ jelasnya seraya berharap pada triwulan kedua dan seterusnya bisa dicegah.
Ditambahkan Alwin Bahar, Humas PT Jasa Raharja Sulteng bahwa tidak semua korban kecelakaan bisa mendapatkan santunan Jasa Raharja.
Korban yang berhak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja adalah setiap penumpang sah dari alat angkutan umum yang mengalami kecelakaan diri, yang diakibatkan oleh penggunaan alat angkutan umum selama penumpang yang bersangkutan berada dalam angkutan tersebut.
Santunan Jasa Raharja juga diberikan kepada korban kecelakaan lainnya. Misalnya orang yang berada di luar angkutan lalu lintas jalan yang menjadi korban akibat kecelakaan dari penggunaan alat angkutan lalu lintas jalan. Kejadian semacam itu bisa menimpa pejalan kaki.
Selanjutnya santunan juga bisa diterima untuk orang yang berada di dalam suatu kendaraan bermotor dan ditabrak yaitu pengemudi kendaraan bermotor yang jadi penyebab kecelakaan. Ini termasuk juga para penumpang kendaraan bermotor dan sepeda motor pribadi.
Namun demikian kata Alwin, santunan tidak diberikan untuk beberapa kasus kecelakaan. Misalnya kecelakaan tunggal akibat mengemudi tidak berhati-hati.
Berikutnya korban kecelakaan yang disengaja seperti bunuh diri atau percobaan bunuh diri serta korban kecelakaan yang terbukti mabuk. (lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.