Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Lima Ekor Sapi Kurban Terinfeksi Cacing Hati

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Salah satu temuan cacing hati pada hewan kurban, Sabtu (2/9). (Foto: Tim Keswan Palu)

PALU – Cacing hati pada hewan kurban kembali ditemukan setelah dilakukan pemotongan. Petugas kesehatan hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu drh Riny Indhawati mengatakan, bahwa sedikitnya ada lima lokasi pemotongan hewan kurban dengan masing-masing satu ekor sapi terinfeksi cacing hati atau biasa disebut cacing pita.

“Data keseluruhan belum terkumpul. Tetapi khusus tim saya ada menemukan lima ekor sapi positif terinfeksi cacing hati di Kelurahan Petobo, Palu Selatan pada Sabtu pagi. Saat hari H juga ada temuan dan beberapa tim sebagian juga melapor kalau ada temuan,” kata Riny Indhawati, Sabtu (2/9)..

Dia menjelaskan, dari hati yang terinfeksi kondisinya sudah sangat parah dan ciri fisiknya hampir seluruhnya sudah mengalami perubahan. Dengan adanya temuan tersebut, dia merekomendasikan kepada panitia hewan kurban untuk dapat membuang atau menguburkannya. Diakuinya, jika terinfeksi hati sapi itu tidak layak untuk dikonsumsi manusia.

“Lokasi yang saya temukan ada di pemotongan seperti di pekarangan rumah warga, perkantoran, sekolah dan masjid,” jelas Riny lagi.

Riny menyebutkan, dibandingkan dengan Hari Raya Idul Adha tahun lalu, pada perayaan tahun ini temuan cacing hati pada hewan kurban lebih banyak. Dia memperkirakan mungkin karena banyaknya petugas yang disebar di lapangan, sehingga dibarengi dengan banyaknya temuan.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan tim Keswan lain juga menemukan hal yang serupa. Cacing hati sendiri dijelaskan Riny berasal dari makanan hewan. “Jadi saat hewannya makan cacingnya terbawa dimakanannya tersebut. Jadi masuk melalui makanan,” ungkap Riny.

Hewan ternak sapi kata dia lagi, yang banyak terinfeksi ketimbang hewan ternak kambing. Baik sapi maupun kambing menurutnya sama-sama sangat rentan terinfeksi dengan cacing hati.

“Mungkin karena banyak yang kurban ternak sapi daripada kambing, jadi temuan di kambing berkurang,” ujar Riny. (cr2)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.