Lempari Sekolah, Belasan Siswa SMP Diamankan

- Periklanan -

Siswa yang melempar SMA GPID mendapat hukuman saat berada di Polsek Palu Selatan, Sabtu (12/8). (Foto: Ist)

PALU – Perbuatan tidak terpuji dilakukan belasan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari beberapa sekolah di Kota Palu. Para pelajar tersebut melakukan pelemparan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terletak di Jalan Kijang Selatan, Kelurahan Birobuli Selatan, Kota Palu, Sabtu (12/8).

Informasi yang dihimpun media ini, belasan siswa dari SMP yang berbeda-beda di Kota Palu ini, melakukan pelemparan tersebut sekira pukul 10.30 Wita. Di saat yang sama, Satgas K5 Kelurahan setempat sedang melakukan kerja bakti rutin setiap Sabtu. Melihat belasan siswa yang mengendarai sepeda motor melempar batu ke arah sekolah, Satgas K5 lantas mengejar siswa tersebut.

“Kita kejar, dan kita dapatkan 7 orang. Sementara yang lainnya berhasil melarikan diri,” kata Lurah Birobuli Selatan, Muhamad Ansyar Taufiq kepada Radar Sulteng, Sabtu (12/8).

Ketujuh siswa yang didapatkan tersebut, terlebih dahulu diamankan di Kantor Kelurahan Birobuli Selatan, sebelum kemudian dibawa ke Polsek Palu Selatan. Dari keterangan ketujuh siswa itu, diketahui bahwa jumlah mereka yang melakukan pelemparan ada 16 orang. Setelah mendapat keterangan tersebut, akhirnya seluruh siswa kemudian diamankan di Polsek Palu Selatan.

Menurut Ansyar Taufiq, belasan siswa itu dengan mengendarai sepeda motor melintasi jalan sambil melempari gedung SMA tersebut dengan batu. Akibat dari tindakan ini, beberapa kaca di sekolah itu pecah.

- Periklanan -

Ansyar Taufiq menambahkan untuk mengantisipasi hal tersebut, Satgas K5 di kelurahan yang dipimpinnya tersebut juga akan memantau siswa-siswa yang bolos atau keluar dari sekolah saat masih jam sekolah.

Terkait 16 siswa yang saat itu, diamankan di Polsek Palu Selatan tidak akan ditahan. Namun hanya akan dilakukan pembinaan kepada siswa-siswa tersebut.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan para siswa itu. Dia mengaku sudah mendapatkan data seluruh siswa yang terlibat sekaligus sekolah-sekolah siswa tersebut.

“Saya sangat menyayangkan hal ini. Saya juga sudah menghubungi Kepsek-kepseknya untuk melakukan pembinaan khusus ke siswa-siswa yang terlibat,” ujar Ansyar Sutiadi.

Selain itu, Ansyar menambahkan pihak sekolah juga diminta untuk melakukan pengawasan yang ketat selama jam sekolah sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi.

“Ini kan masih jam sekolah kejadiannya. Saya juga sudah sampaikan ke pihak sekolah untuk perketat penjagaan di sekolah agar tidak ada lagi, siswa-siswa yang bisa bolos,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.