Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Legenda Persipal Bicara Kembalikan Kejayaan Persipal Palu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ruaf Haci

BICARA prestasi, terutama untuk Persipal Palu, menurut Rauf Haci SH MH, salah satu legenda sepakbola Palu,  sebaiknya dirombak dulu semua pengurus Persipal yang ada saat ini.  “ Kalau kita mau bicara prestasi, yah harus dirombak dulu kepengurusan di tubuh Persipal Palu. Harus diperbarui dulu, atau istilahnya sekarang dimutakhirkan dulu,” tegas Rauf Haci.

Laporan : Muchsin Siradjudin/Palu


REVOLUSI kepengurusan di tubuh Persipal Palu  menjadi prioritas. Ia lalu mencontohkan klub yang sekarang dibinanya yaitu Rauf Junior FC, salah satu klub Persipal Palu yang masih eksis dan selalu mengikuti berbagai even turnamen sepakbola. Ia bersama assitennya, terus aktif mencari dan membina bibit-bibit baru pesepakbola yang banyak bertebaran di Kota Palu, seperti Sandi Sute (kini pemain inti di Persija Jakarta).

“Kalau mau berprestasi yah harus konsisten membina pemain muda lokal kita. Tidak bisa putus pembinaannya. Sekarang sanggupkan Persipal berbuat seperti itu?. Seperti  yang kami lakukan di klub Rauf Junior, “ tanyanya menggugah.

Ia pun lantas mencontoh klub Liga 2 Indonesia asal Sulteng, yaitu Persbul Buol. Kata Rauf, mengapa Persbul Buol terus bertahan di elite sepakbola nasional karena pengurus Persbul Buol itu punya visi yang bagus. “Persbul Buol (pengurusnya) punya visi yang baik. Sebab Persbul itu mulai dari bawah pembinaannya, hingga ke level nasional, “ ujarnya lagi.

Mestinya Persipal harus seperti Persbul Buol, berprestasi dan tidak instan cara mendapatkan nama baik di panggung sepak bola nasional. Ia juga mengingatkan, jangan sampai pengurus Persipal dihinggapi perasaan like and dislike. Karena tidak nyaman “dipotong terus”. Padahal dia mau bekerja dan menginginkan Persipal Palu itu maju.

“Kami di klub Rauf Junior terus berupaya bagaimana meningkatkan kualitas permainan pemain kami, khususnya yang telah kami kembangkan di lapangan Bintang Timur Taipa, yang kini menjadi markas klub Rauf Junior. Setelah itu, baru kita kembangkan ke luar daerah,” ungkapnya.

Ia membeberkan, di Palu orang yang benar-benar ingin memajukan sepakbola seperti dulu itu sudah langka, bahkan terbelah. Ada yang mendukung kemajuan Persipal, dan ada yang tidak.  “Siapapun menjadi pengurus itu tidak bisa berprestasi. Kalau tidak satu visi. Sebab masih ada kelompok yang enggan memajukan sepakbola. Kita harus cari sosok pembina sepakbola seperti sosoknya pak Tato (Tato Masitudju, red) salah satu sosok pengurus Persipal dan Palu Putra yang memiliki visi membangun sepakbola yang baik,” bebernya.

Dirinya selama ini tahu diri, dengan posisi dia sekarang, Rauf hanya pesimis dengan kondisi Persipal dan sepakbola Palu yang tidak maju-maju seperti era 1970 dan era 1980-an. Ia lalu mengibaratkan PSSI, bagaimana mau juara kalau yang dilawan adalah lawan (negara) yang sudah tiga tahun latihan. Sekarang hanya tiga bulan persiapan tapi mau dilawan. “ Akal dimana ? Sama dengan di Palu ada linus. Sudah jelas-jelas ada linus. Kenapa tidak diusulkan sekarang. Nah contoh klub saya, kalau bertanding itu saya tahu kekuatannya. Karena kami selalu latihan dan mempersiapakn diri, maka kami optimis bisa berprestasi, “ tandasnya.

Ditambahkannya, semua pengalaman dia berkompetisi dan latihan dulu di Galatama era 1986-1990-an  (baik di Niac Mitra Surabaya maupun di Palu Putra), kini diterapkannya di klub yang dia pimpin. Pembinaannya mulai dari pemain muda hingga menjadi senior, dan dibiasakan dalam latihan serta mengikuti even-even kejuaraan dan turnamen. Oleh sebab itu wajar saja klub Rauf Junior melahirkan banyak pemain andal.

Salah satunya, di Persiba Balikpapan, ada dua pemain Rauf Junior yang latihan di sana dan menjadi skuad Persiba untuk persiapan PON, dan menerima gaji. Begitu juga di PKT Bontang dan PON Kalimantan Timur.

Sekali lagi, harapan besar Rauf Haci, semua elemen pencinta sepakbola duduk bersama-sama.  Diundang dan difasilitasi oleh Walikota atau Gubernur bagaimana memikirkan sepakbola di Palu. “Saya pikir Gubernur tidak perlu biaya dulu. Yang penting pak Gubernur hanya memberikan solusi untuk reformasi sepakbola. Kumpulkan semua tokoh sepakbola Palu dan Sulteng. Membenahi Persipal agar kembali berprestasi, sekaligus mengangkat nama baik Sulteng di kancah persepakbolaan nasional, “ sarannya.(***)

1 Komen
  1. dheni Komentar Pengunjung

    Ok mantap pak Rouf haci….dan selamat datang di surabaya tadi sore pukul 14.00 wib tgl 21 April 2018 d stadion Gelora 10 Nop Surabaya bpk REUNI NIAC MITRA , ASYABAB, PERSEBAYA, sambil berlatihannn mengenang 26 tahun lalu

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.