Lebih 500 Anak Difabel Masuk Kategori Telantar

- Periklanan -

Ilustrasi (@beredukasi.blogspot.com)

PALU – Dinas Sosial Kota Palu mencatat sebanyak 87 orang anak telantar di Kota Palu. 27 di antaranya telah ditangani dan diberi bantuan oleh Pemerintah Kota Palu melalui Dinsos Kota Palu. Jumlah ini belum termasuk anak-anak difabel yang jumlahnya mencapai 598 orang.

Dari jumlah tersebut yang berhasil ditangani sebanyak 97 orang, yang mendapat bantuan melalui APBN. Serta satu kelompok difabel tuna rungu yang mendapat bantuan melalui APBD, dan bantuan lainnya.

- Periklanan -

Pemkot melalui Dinsos Kota Palu memberikan pembinaan serta bantuan berupa barang kepada anak telantar yang fisiknya normal. Bagi anak telantar kaum difabel, pemerintah memberikan perlakuan khusus. Melalui kementerian sosial bekerja sama dengan pihak perusahaan, memberikan kesempatan kepada masing-masing daerah mengirimkan anak telantar kaum difabel untuk mengikuti magang keahlian seperti menjahit, komputer, desain grafis percetakan, elektro, serta otomotif, selama 9 bulan serta pemantapan 1,5 bulan untuk siap dipekerjakan di perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama.

“Untuk Kota Palu tahun ini kita mengirim 3 orang anak telantar kaum difabel untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi lagi, di sana akan diseleksi mewakili kabupaten kota masing-masing untuk magang di daerah Cibinong tahun ini,” ungkap Rizal Kono, Kepala Bidang Pelayanan dan Resos Dinsos Kota Palu.

Ia menambahkan, kategori anak telantar di sini ialah mereka yang berkaitan dengan hak dasar hidupnya, yaitu persoalan pendidikan, persoalan kesehatan, dan hak-hak hidup lainnya yang pemenuhannya tidak maksimal. Walaupun kata dia, anak tersebut tinggal bersama orang tua atau keluarga. “Yang tentunya hal tersebut mengarah kepada keluarga-keluarga yang hidupnya dalam garis kemiskinan atau ekonomi lemah,” terangnya.

Sementara anak-anak yang tersebar di jalanan Kota Palu yang selama ini banyak ditemui, tidak termaksud di dalamnya. Karena menurutnya, anak yang berada di jalanan tersebut hanyalah pendatang di Kota Palu. “Jadi yang dimaksud di sini yang kita mau bantu bukan anak telantar seperti anak-anak kita yang ada di perempatan misalnya, yang selama ini kita lakukan operasi bersama instansi terkait dan Satpol PP, karena beberapa kali kami melakukan operasi rupanya itu mereka hanyalah pendatang, bukan itu yang kita sentuh,” pungkasnya.(cr6)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.