Layani Pemudik, 8 Posko Kesehatan Disiapkan

- Periklanan -

Salah satu posko mudik 2016 lalu yang disiapkan di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu. Posko ini merupakan gabungan posko kesehatan sekaligus keamanan. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Menjelang puncak mudik lebaran Idul Fitri di Kota Palu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Palu telah menyiapkan 8 titik posko kesehatan. Personel yang bertugas di posko dominan dari puskesmas di wilayah Palu. Keberadaan posko tersebut diharap bisa membantu masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya. Sehingga mudik lancar dan nyaman.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Palu, dr Rohmad mengatakan, setiap tahunnya Dinkes Palu membuka posko pelayanan kesehatan mudik. Ada 6 posko bekerja sama dengan posko pengamanan pihak kepolisian. Seperti kompleks Palu Plaza (Palu Barat), Jalan Jend Sudirman, Puskesmas Talise, depan Mall Tatura Palu Jalan Emy Saelan, Terminal Tipo dan Terminal Mamboro.

Sisanya 2 posko lagi berada di Bandara Mutiara dan Pelabuhan Penyeberangan Taipa.

Kara Rohmad, posko kesehatan mulai dibuka H-7 hingga H+7 lebaran. Sehingga masyarakat baik pengguna BPJS maupun peserta umum, mendapat fasilitas kesehatan yang sama.

“Supaya tidak ada kekosongan pelayanan pihak puskesmas. Kami siap memberi pelayanan terbaik. Malah ada juga beberapa puskesmas yang berada di jalur mudik, disiapkan pelayanan seperti unit gawat darurat (UGD),” ucapnya.

Selain itu, setiap posko kesehatan juga disediakan petugas kesehatan lengkap. Mulai dari personel dokter, perawat, bidan, dan petugas apoteker. Ini demi kelancaran perjalanan pemudik.

“Untuk mengantisipasi membludaknya pasien, Dinkes nanti pascalebaran menyiapkan stok tambahan obat-obatan. Karena selama H-7 pasien kurang, sehingga obat yang keluar juga kurang,” jelasnya.

- Periklanan -

Justru, pasien membludak pascalebaran. Tapi obat yang tersedia tidak pernah kurang. Karena stok obat-obatan di puskesmas setiap tiga bulan dicatat dan dipasok. Makanya obat tidak pernah kekurangan.

“Kami sengaja bekerja sama dengan posko pengamanan kepolisian. Ini juga dilakukan sebelum-sebelumnya” ujar Rohmad.

Untuk pelayanan kesehatan di Bandara Mutiara Palu dan Pelabuhan Penyeberangan Taipa, sudah dihendel oleh pelayanan kesehatan pihak bandara dan pelabuhan. “Sementara posko di puskesmas telah disiapkan berdasarkan surat edaran Dinkes Palu. Dan kami siap melayani pemudik,”ujar Rohmad.

 

ANTISIPASI LONJAKAN

Pantauan Radar Sulteng di Terminal Mamboro, Kecamatan Palu Utara Kamis (15/6) kemarin, belum ada lonjakan penumpang yang mudik. Menurut Faridah, salah seorang petugas di bagian administrasi Terminal Mamboro, seperti tahun-tahun kemarin kalau ada lonjakan penumpang, dinas perhubungan sudah menyediakan mobil-mobil bus. Berhubung sekarang ada beberapa pihak (non pemerintah) yang menyediakan sarana mudik gratis, kemungkinan lonjakan penumpang tidak terlalu padat.

“Tetap ada lonjakan penumpang di terminal. Tapi lonjakannya tidak terlalu seperti tahun-tahun kemarin,”kata dia.

Puncak mudik diperkirakan mulai H-5 hingga H-1 untuk jalur darat, baik yang menggunakan mobil pribadi maupun angkutan umum. Tahun ini diprediksi tidak sepadat mudik tahun kemarin, karena ada program mudik gratis tadi.

“Tapi kita tetap lakukan persiapan, meski belum ada lonjakan penumpang. Melalui Terminal Mamboro, banyak pemudik pulang ke Ampana, Luwuk dan Morowali. Sedangkan tujuan ke Manado dan Gorontalo, juga banyak ketika sudah mendekati puncak mudik,”kata Faridah lagi. (umi/cr5)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.