alexametrics “Lawan” Covid-19, Universitas Madako Raih Penghargaan LMS – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

“Lawan” Covid-19, Universitas Madako Raih Penghargaan LMS

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TOLITOLI-Tekad dan inovasi agar proses belajar mengajar terus berjalan meski di tengah wabah pandemi Covid-19, menghantarkan Universitas Madako (Umada) Tolitoli meraih penghargaan nasional di bidang Learning Management System (LMS) 2020. Universitas Madako (Umada) dinilai sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang konsisten melaksanakan kegiatan belajar via online atau dalam jaringan (Daring) di tengah wabah Covid-19.

Selain itu, konsistensi dosen melaksanakan tugasnya, plus semangat belajar mahasiswa juga menjadi penilaian utama dalam penghargaan LMS.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus konsisten dalam melaksanakan proses belajar mengajar di tengah kondisi saat ini, angka kasus Covid-19 di Tolitoli terus bertambah. Karena itu, metode Daring yang kami terapkan benar-benar allout, masa perkuliahan sama seperti ketika tatap muka,” ungkap Wakil Rektor Universitas Madako Tolitoli, Dr. Lukman Arif, S.Pt., M.Si, kepada Radar Sulteng.

Dijelaskan Lukman, dengan jumlah 2000 mahasiswa yang ada saat ini, Universitas Madako mengklaim tidak terlalu sulit untuk menerapkan sistem Daring, sebab selain sudah menyiapkan satu unit server di kampus, kesiapan fasilitas Daring yakni handphone android bagi setiap mahasiswa juga telah terpenuhi, baik mahasiswa yang berdomisili di sekitar kampus, di ibukota kabupaten, maupun mereka yang tinggal di desa-desa di Kecamatan Baolan dan Galang.

“Di era teknologi saat ini, sudah tidak sulit bagi mahasiswa untuk memiliki handphone android. Ditambah lagi adanya bantuan beasiswa dari pemerintah kepada mahasiswa. Bantuan tersebut memudahkan mahasiswa untuk mengakses pembelajaran online dengan teknologi yang ada. Int inya saat ini kemajuan teknologi terus berkembang, sehingga tidak ada alasan tidak bisa mengaksses informasi belajar, semua sudah terbuka lebar dan mudah. Dan setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak,” nilainya.

Mengenai jadwal perkuliahan, Lukman menyebutkan, setiap pengajar atau dosen telah memiliki jadwal mengajar masing-masing, hampir tak ada bedanya dengan metode belajar tatap muka. Sehingga, sangat kecil kemungkinan bagi dosen untuk menunda jadwal mengajarnya.

Demikian pula setiap mahasiswa harus siap sedia mengikuti jadwal belajar yang telah ditentukan pihak kampus.

Selain itu, 12 fakultas yang ada telah memiliki fasilitas jaringan wifi yang memadai, sehingga memudahkan pula bagi dosen untuk menyampaikan mata pelajaran ketika berada di kampus, sedangkan mahasiswa berada di rumah atau lokasi lain ketika menerima pelajaran.

“Sedangkan untuk praktik laboratorium dan praktik lainnya, mahasiswa tetap harus masuk dan tatap muka. Namun, kami perketat aturan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Wajib pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tegas Lukman yang menambahkan, Februari nanti tahun ajaran baru siap dilaksanakan secara Daring.(dni)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.