Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Lapor Polisi Jika Ada Penarikan Kendaraan di Jalanan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Suasana Dialog dalam rangka Hari Pelanggan di Cafe Triple F, Selasa (12/9). (Foto: Arwansyah)

PALU – Terkait dengan layanan dari lembaga pembiayaan, sesuai dengan aturan yang ada, tidak dibenarkan lagi adanya praktik dept colector. Dan bila praktik ini masih terjadi, pelakunya bisa dipidana.

“Tidak ada lagi sewa orang untuk menarik kendaraan di jalanan. Itu perampasan, silakan lapor dengan kami (kepolisian, red),” ujar Teddy Salawati, Kasubdit Indag Polda Sulteng pada Dialog Pelanggan dengan pelaku Usaha, dalam rangka Hari Pelanggan di Cafe Triple F, kemarin (12/9).

Menurut dia, pembelian suatu barang atau produk dengan sistem kredit dilakukan dengan perjanjian antara lembaga pembiayaan dengan konsumen. Itu dilengkapi dengan jaminan fidusia. Sementara, jaminan fidusia itu 95 persen adalah perdata. Dengan demikian, bila ada pelanggan (konsumen) atas perjanjian sanksinya diatur dalam UU Fidusia, kasusnya Perdata. Sementara bila lembaga pembiayaan melalui dept colector melakukan penarikan kendaraan, apalagi di jalanan itu sudah pidana.

Dialog dalam rangka Hari Pelanggan di Cafe Triple F, Selasa kemarin (12/9) secara resmi dibuka oleh Kadis Perindag Sulteng, Arif Latjuba. Menghadirkan sejumlah narasumber dari pelaku usaha dan unsur pemerintah. Diantaranya dari PLN, Telkom, dan PDAM Donggala.

Sementara Kadis Perindag Sulteng, Arif Latjuba mengimbau kepada masyarakat konsumen agar lebih cerdas dan kritis. “Bila ada keluhan terkait dengan layanan yang diberikan pelaku usaha, disilakan untuk mengadu ke instansi atau lembaga-lembaga yang ada,” tandasnya.(ars)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.