Langgar Norma Etika, Dua Warga Silae Disanksi Adat

- Periklanan -

Lembaga Adat Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi melaksanakan sanksi adat kepada sepasang yang diduga kekasih yang tertangkap oleh Satgas K5 beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

PALU – Lembaga adat Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi melaksanakan sanksi adat atau  givu nu ada kepada pasangan tidak resmi yang kepergok saat sedang berduaan. Senin (18/12) sekitar pukul 09.00 wita sepasang yang diduga kekasih berinisial NA dan DW tersebut, menjalani givu nu ada, dengan cara direndam di laut.

Tidak hanya itu, keduanya disanksi, untuk keluar dari kampung atau dari Kelurahan Silae. Keduanya yang masing-masing telah berkeluarga tersebut, dianggap melanggar adat karena berada dalam kamar dan bukan suami-istri yang sah.

- Periklanan -

Puluhan masyarakat pun menyaksikan langsung, berjalannya sanksi adat tersebut, di pinggir pantai, Jalan Malonda, Kelurahan Silae. Lurah Silae, Syafad didampingi Ketua Adat, Indra Lanuhu menjelaskan, bahwa sanksi adat yang diberikan ini, berupa nilabu atau direndam di laut selama beberapa menit. Serta sanksi berupa nipali atau dikeluarkan dari kampung.

“Mereka ini dipergoki oleh petugas K5 yang ada di kelurahan berdua-duaan di dalam satu kamar dan bukan muhrimnya, apalagi masing-masing juga memiliki suami dan istri. Selain melanggar norma etika, ini juga kami anggap melanggar adat yang ada,” terangnya.

Kegiatan Nilabu atau direndam di laut tersebut selesai pada pukul 10.00 wita. Kemudian sekitar pukul 10.15 wita NA selaku pelanggar adat diantar ke perbatasan Kelurahan Silae dan Kelurahan Lere, Jalan Cumi-Cumi untuk menjalani nipali atau dikeluarkan dari kampung Kelurahan Silae oleh lembaga adat.

Informasi dihimpun koran ini bahwa terbongkarnya kelakuan keduanya, berawal dari penggerebekan yang dilakukan Satgas K5 dengan Bhabinkamtibmas Polsek Palu Barat. Keduanya diamankan setelah petugas mengintai dari jauh apa yang dilakukan pasangan ini. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.