Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Lahirkan Inovasi Penting Nanotech untuk Melawan Pandemik Covid-19

Melihat Hasil Produk Balitbangkan RI di Sigi Sulawesi Tengah

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SATU lagi produk dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, yaitu memperkenalkan produk sari atsiri nusantara-nanotech euca card, sebagai upaya melawan dan mananggulangi mewabahnya Covid-19 yang belum hilang hingga saat ini.

MUCHSIN SIRADJUDIN/SIGI

BALITBANGTAN Kementan RI dalam perkembangannya di inovasi hasil penelitiannya sangat membanggakan, dengan mematenkan formulasi Nanotech Euca Card yaitu sebuah ramuan serbuk nano enkapsulat berbasis eucalyptus, dengan nomor pendaftaran paten P00202003580,

Sari atsiri nusantara-nantotech euca card, produk inovatif dari Balitbangtan Kementan RI dengan nano tech encapsulated, proses teknologi yang menghasilkan minyak eucalyptus dalam butiran nanometer sehingga mampu melepaskan minyak atsirinya secara perlahan seiring dengan berjalannya waktu. Kandungan senyawa alami 1,8 cineol dana eucalyptus citriodora, eucalyptus dan peppermint oil yang dapat melegakan tenggorokan.

Komposisi bahan aktifnya tiap gram mengandung oleum eucalyptus citriodora 80.00 mg, dan peppermint oil 80.00 mg. Indikasi dari nanotech eucalyptus ini membantu melegakan tenggorokan, hidung tersumbat yang menyertai gangguan di saluran pernafasan, dan sebagai aromaterapi yang menyegarkan. Dan cara pemakaiannya, gunakan eucalyptus ini di area sekitar dada dan hidung dengan menghirup aromanya. Makanya kemasan produk ini menggunakan tali, semacam tali ID Card, dan nanotechnya ada di area dada.

Dijelaskan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. Nurdiah Husnan, M.Si, inovasi ini lahir di saat masih mewabahnya Corona virus Disease (Covid-19), yang mulai merebak dari awal tahun 2020 hingga saat ini di pertengahan tahun 2021 (Juni 2021).

Disituasi New Normal seperti saat ini, Balitbangtan terus melakukan berbagai inovasi penelitian dan pengembangan di bidang teknologi pertanian. Seperti juga yang dikatakan Kepala Balitbangtan Kementan RI, Dr. Ir Fadjry Djufry, M.Si, ketika meresmikan kantor baru BPTP Sulteng di Desa Maku Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Senin (7/6), bahwa Balitbangtan yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki 300 profesor dan 500 doktor pakar pertanian yang siap setiap saat mengembangkan berbagai jenis teknologi pertanian yang baru demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Itulah sebabnya, mengapa di kegiatan peresmian kantor baru BPTP Sulteng dan kegiatan temu teknis peneliti dan penyuluh pertanian se Sulteng ID Card seluruh tamu undangan dan peserta temu teknis semuanya mendapatkan ID Card nanotech eucalyptus, yang baunya khas harum dan mewangi, didominasi bau kayu putih yang gurih dan renyah.

Dikatakannya, nanotech ini berdasarkan bahan baku pertanian Indonesia yang sangat kaya dan bervariatif, kita sudah punya penelitian-penelitian terkait dengan virus-virus. Hanya saja Covid-19 ini merupakan salah satu virus berbahaya yang muncul sesudah virus lainnya misalnya virus flu burung, atau influenza virus dan lain sebagainya.

Salah satu unit kerja dari Balibangtan itu adalah Balai veteriner dan balai pasca panen yang meneliti tentang nanotech, satuan terkecil. Balai veteriner dan balai industri Balitbangtan yang menemukan eucalyptus, kolaborasi dari minyak kayu putih dan minyak sereh.

Setahun terakhir ini pun sudah bekerjasama dengan perusahaan obat-obatan Cap Lang. Bahkan kini sudah diperbanyak dan dijual di berbagai apotek, dan telah didistribusikan ke berbagai apotek. Ini baru sebatas promosi di lingkungan sendiri.

Secara komersial produk inipun sudah ada di BPTP Sulteng, bisa didapatkan di Koperasi Kopkarindo BPTP Sulteng setiap hari kerja. Harganya cukup terjangkau, meski masih rahasia.

“ Nah dengan temuan dan hasil iniovasi ini merupakan produk asli dalam negeri. Kita harus menggunakan produk dalam negeri sendiri, “ tuturnya.

Selain poroduk ID Card nanotech eucalyptus, juga tersedia inheller, dan roadon. Kalau ini bisa dioles di masker, dan dihirup. Produk ini juga sudah diteliti di Laboraturium obat-obatan di Makassar.(***)

*) Ini tulisan feature, untuk Ubah Laku Dewan Pers.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.