Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Lagi, Warga Jadi Korban Calo Pengurusan KTP

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Pungutan biaya dalam pembuatan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu tidak ada habisnya. Terbukti hingga sekarang masih banyak keluhan adanya pungutan yang dilakukan dalam pembuatan administrasi kependudukan. Mulai dari puluhan ribu, sampai dengan ratusan ribu hanya untuk sebuah e-KTP, KK ataupun Akta Kelahiran.

Salah seorang warga di Kelurahan Besusu Barat yang enggan namanya dikorankan mengatakan, bahwa dirinya telah menjadi salah satu korban calo. Diduga calonya adalah oknum pegawai di dinas tersebut.

Kejadian yang dialami warga itu berawal ketika dirinya ingin melakukan kepengurusan di kantor Disdukcapil Kota Palu. Saat ingin masuk ke dalam kantor Disdukcapil, seorang pegawai tiba-tiba mencegahnya di depan pintu masuk. Oknum yang kepada warga ini mengaku bernama Irfan, menawarkan diri untuk mempercepat proses pengurusan e-KTP dan KK. “Dia tanya saya mau urus apa? Ya saya jawablah KTP anakku dengan KK, kejadiannya ini sudah hampir dua tahun,” sebutnya.

Masih menurut warga tersebut, oknum itu bisa mempercepat pengurusan tanpa harus menunggu lama dan ikut antrean. “Karena saya juga tidak tahu, jadi saya kasih saja sama dia,” ujarnya.

Di hari yang sama, Irfan kemudian memintakan uang senilai Rp300 ribu, dengan rincian pembayaran Rp150 ribu untuk pengurusan KK dan sisanya untuk e-KTP. Sampai sekarang, e-KTP dan KK yang dijanjikan akan selesai dengan waktu yang cepat itu justru tidak ada kabar lagi.

“Sudah sering saya tanya, banyak sekali alasannya pak Irfan ini, sampai saya sudah marah-marah juga, ini pak Irfan bukannya merasa bersalah malah marah-marah balik saya,” katanya.

Masih ditemukannya calo dan pungutan di Kantor Disdukcapil tidak hanya membuat resah, melainkan merugikan masyarakat pemohon.

Kepala Disdukcapil Kota Palu, Burhan Toampo pun mengakuyi jika masih ada calo yang diam-diam menarik pungutan kepada pemohon. Hal ini yang disayangkan Burhan dalam kepengurusan administrasi kependudukan.

Mengenai oknum calo yang bernama Irfan tersebut, diakui Burhan, bahwa orang dengan nama yang sama pernah dipanggil ke Kantor Disdukcapil untuk memberikan keterangan terkait dengan adanya pungutan.

Dijelaskannya, bahwa oknum tersebut adalah salah satu calo yang banyak merugikan pemohon. Ia sering berada di kantor Disdukcapil dengan berperan sebagai perantara dan menjanjikan banyak hal kepada pemohon, dalam hal ini mempercepat pengurusan administrasi kependudukan. “Kami sudah pernah panggil dan kami tanyakan soal pungutan yang sering ia lakukan di kantor Disdukcapil, sayangnya dia tidak mau mengaku dan selalu katakan tidak,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Burhan meminta agar pemohon yang merasa dirugikan oleh calo untuk melapor langsung kepadanya atau ke kepala bidang. Jika memang orang tersebut terbukti melakukan pungli maka akan ditindaklanjuti secara hukum. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan itu gratis atau tidak dipungut biaya sepeser pun, kalau ada yang minta uang segera dilaporkan dengan menujukkan bukti,” pungkasnya.

Soal pengurusan administrasi kependudukan yang tak boleh lagi dimintai pungutan biaya atau sudah bersifat gratis sebagaimana ditegaskan Burhan juga tertuang dalam UU RI No.23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Sebagaimana telah ditambah dan diubah dengan UU No 24 tahun 2013 tentang Perubahan UU.No 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Presiden RI No. 25 tahun 2008 tentang Persyaratan Tata Cara Pendaftaran Persyaratan Penduduk dan Pencatatan Sipil. Yang pada pokoknya mengatur bahwa seluruh dokumen kependudukan tidak dipungut biaya. (jcc)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.