Lagi, Status Mahasiswa  Untad Rivaldy Prasetyo Diaktifkan

- Periklanan -

Permohonan maaf Moh Rivaldy Prasetyo dibuat secara tertulis dan disaksikan para petinggi di Fakultas Hukum Untad, Senin (23/10). Foto: (ist)

PALU – Status Moh Rivaldy Prasetyo, mahasiswa Fakultas Hukum telah diaktifkan melalui SK Rektor Nomor 6519/UN28/KM/2017 tertanggal 22 Oktober 2017. Pengaktifan itu sekaligus menganulir SK Penonaktifan Nomor 5409/UN28/KM/2017.

Pengaktifan status kemahasiswaan itu dilakukan tidak lama setelah yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Fakultas Hukum, dan selanjutnya pimpinan Fakultas Hukum mengusulkan kepada pihak Rektorat agar Moh Rivaldy Prasetyo dapat diaktifkan status kemahasiswaannya.

Dekan Fakultas Hukum, Dr H Sulbadana SH MH menyampaikan bahwa Moh Rivaldy Prasetyo pada Senin (22/10) pagi telah menyampaikan permohonan maaf secara lisan dan tertulis kepada pimpinan Fakultas Hukum atas kekhilafan yang telah dilakukan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Ananda Rivaldy menyampaikan permohonan maaf secara lisan dan tertulis dan disaksikan oleh Pak Dekan, semua wakil dekan, para kasubbag, dan sejumlah dosen Fakultas Hukum. Ananda Rivaldy menyatakan bahwa hal yang telah dilakukannya selama ini tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Dr Sulbadana

- Periklanan -

Dr Awaluddin SH MH, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (Wadek Bima) Fakultas Hukum menyatakan, usai penandatanganan Surat Pernyataan yang dilakukan Rivaldy, Dekan Fakultas Hukum langsung menyurat ke pihak Rektorat agar status Rivaldy dapat diaktifkan. Dr Awaluddin mengemukakan bahwa pihak Fakultas Hukum langsung memfasilitasi dan menyurat kepada pimpinan Untad agar status Moh Rivaldy Prasetyo dapat diaktifkan kembali. Sebenarnya, kata Wadek Bima FH, jika Rivaldy menyadari kekeliruannya dari jauh hari, pasti sudah lama pula statusnya diaktifkan. Hal itu pernah terjadi saat Ketua BPM, ananda Yahya Aprilianto dinonaktifkan statusnya beberapa bulan lalu.

“Yahya langsung menyadari kekeliruannya dan menyampaikan permohonan maaf, sehingga tidak berselang lama pula, statusnya langsung diaktifkan. Jadi jika ada cerita-cerita di luar yang menyatakan bahwa pengaktifan status mahasiswa ini karena sudah ada yang memproses hukum, itu tidak benar. Yang benar itu, kapan pun, jika mahasiswa yang bersangkutan sudah menyadari dan menyampaikan permohonan maaf, pasti langsung diaktifkan. Itulah kearifan yang selalu ditunjukkan oleh Pak Rektor,” jelas Dr Awaluddin.

Saat dikonfirmasi ke pihak Rektorat, usulan pengaktifan status Moh Rivaldy Prasetyo langsung ditindaklanjuti dengan diterbitkannya SK Rektor Nomor 6519/UN28/KM/2017. Pihak Rektorat menyampaikan bahwa SK Pengaktifan itu langsung ditandatangani oleh Rektor Untad, Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio SE MS, pada siang hari sesaat sebelum membuka Rapat Koordinasi Persiapan Peringatan Sumpah Pemuda dan Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme.

Rektor Untad, Prof Basir Cyio, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa niat baik dan tulus dari Moh Rivaldy Prasetyo patut diapresiasi dan dihargai. Hal itu karena yang bersangkutan telah menyadari kekeliruan yang dilakukannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan fakultas, serta telah ada Surat Usulan dari Dekan Fakultas Hukum agar status Moh Rivaldy Prasetyo diaktifkan kembali.

“Setelah ada usulan, langsung kami aktifkan. Ini kami lakukan karena ananda Rivaldy mau menyadari kekeliruan dan mau berubah. Itu sangat kami hargai karena bagaimana pun mereka ini anak-anak kita semua, generasi penerus kami nanti. Yang dilakukan oleh Rivaldy berupa permohonan maaf kepada pimpinan fakultas juga merupakan cerminan jiwa mahasiswa yang masih mau menghargai orang tuanya di fakultas,” ujar Prof Basir Cyio. (*/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.