Lagi, Petugas Lapas Luwuk Gagalkan Penyelundupan Sabu

- Periklanan -

GAGALKAN PENYELUNDUPAN : Kasat Narkoba Polres Banggai Iptu Candra (kanan) mengamankan penyelundup sabu (tengah), dengan diampingi KBO Satresnarkoba Polres Banggai. (Foto; Istimewa)

LUWUK  – Upaya menyelundupkan Narkoba ke dalam Lapas Klas IIb Luwuk telah beberapa kali digagalkan baik oleh petugas Lapas maupun Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Banggai. Namun masih ada saja pelaku yang coba melakukannya kembali.

Belum lama ini, tepatnya Kamis (19/1) IA alias ED (36) warga Kecamatan Bunta tertangkap tangan hendak menyeludupkan satu paket sabu ke dalam Lapas. Beruntung, perbuatannya berhasil digagalkan petugas Lapas yang kemudian mengamankannya untuk diproses hukum.

- Periklanan -

Kasat Resnarkoba Iptu Chandra yang dimintai keterangannya melalui Kasubbag Humas AKP Wiratno Apit membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan petugas Lapas. Petugas bernama I W Aditya Yudistira yang telah menggagalkan percobaan penyeludupan narkoba jenis sabu tersebut. “Saat itu petugas Lapas merasa curiga melihat gerak-gerik ED yang terlihat gelisah terutama saat bertemu dengan salah seorang penghuni Lapas berinisial PD,” kata Wiratno.

Setelah diamati, ternyata ED hendak menyerahkan sabu yang ada padanya kepada PD yang ternyata tidak mau menerima barang haram itu. Melihat adanya percobaan penyeludupan sabu tersebut I W Aditya lalu mengamankan ED dan melakukan penggeledahan dan ditemukan satu paket sabu yang di lem pada lakban berwarna merah.

Usai menemukan sabu itu, petugas Lapas lalu menghubungi jajaran Sat Resnarkoba Polres Banggai yang selanjutnya membawa ED ke Mapolres Banggai untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan pengakuan ED kepada penyidik, bahwa barang haram itu merupakan titipan seorang wanita yang tidak dikenalnya saat ia hendak masuk berkunjung kedalam Lapas. Sayangnya, menurut ED dirinya tidak mengenal wanita dimaksud hanya yang diingatnya bahwa sabu itu dititipkan untuk penghuni berinisial PD. “Atas perbuatanya itu ED bakal dijerat dengan sejumlah pasal berlapis yakni pasal 112, 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman pidana minimal empat tahun penjara,” pungkas Kasubbag Humas. (bar)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.