Kutu Kopra Berasal dari Gudang Tak Berizin

Meresahkan, Masuk Sampai ke Rumah Warga

- Periklanan -

DONGGALA – Sudah beberapa pekan ini, warga Kelurahan Maleni tepatnya di kompleks perumahan Persido Kabupaten Donggala diresahkan dengan serangan kutu Kopra. Tak jauh dari pemukiman warga itu memang terdapat sebuah gudang Kopra. Gudang itu diketahui milik Akiang.

Sudah berapa hari ini, serangan kutu itu semakin membuat warga tak nyaman dalam beraktivitas. Kutu berukuran cukup besar dan berwarna hitam itu tak hanya masuk ke dalam makanan tetapi juga membuat warga susah tidur.

Menurut salah seorang warga sekitar, Mohammad Fikri, serangan kutu tersebut sangat menganggu. Pasalnya saat sedang makan, kutu-kutu itu juga masuk ke dalam makanan. Fikri khawatir, jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, maka dampaknya akan semakin luas. “Bayangkan saja, ketika kita mau tidur, kutu ini juga sampai di dalam kamar. Mohon maaf, bahkan kutu ini sudah sampai masuk di dalam celana,” ungkap anggota Bawaslu Donggala ini.

Hal serupa juga dialami Wakil Ketua II DPRD Donggala, Abdul Rasyid yang rumahnya juga berdekatan dengan gudang Kopra tersebut. Rasyid mengatakan, sudah beberapa hari ini dirinya sangat terganggu dengan serangan kutu-kutu itu. Terutama kata Rasyid pada saat tidur malam hari. “Terganggu kita tidur. Masalahnya kutu itu sudah masuk dalam baju,” ungkapnya.

- Periklanan -

Kutu-kutu tersebut tak hanya terlihat di sekitar kompleks perumahan warga. Bahkan di lokasi tempat Akiang bekerja di Kelurahan Boya juga tampak banyak kutu Kopra.
Saat dikonfirmasi, Akiang mengakui bahwa kutu-kutu itu berasal dari gudang miliknya. Hal itu kata Akiang, disebabkan tumpukan Kopra yang sudah lama tersimpan di dalam gudang. “Iya itu karena Kopra yang sudah lama tersimpan di gudang,” katanya.

Akiang mengatakan, akan bertanggungjawab. Dia berjanji akan melakukan penyemprotan pada awal bulan Januari ini. Disamping itu kata Akiang dirinya saat ini sementara membangun kembali pagar di sekitar gudang tersebut. “Solusinya saya akan semprot. Mungkin awal bulan Januari,” katanya.

Selain niat untuk bertanggubgjawab, namun Akiang tak mampu memperlihatkan sebagian kelengkapan berkas izin pengoperasian gudang Kopra tersebut. Termasuk izin lingkungan dari Pemerintah. Bahkan IMB gudang tersebut tak ada di tangan Akiang. Menurut Dia, IMB gudang itu ada di bank. “Kalau IMB ini ada di bank pak,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Donggala, Syamsu Alam kaget mendengar kabar tersebut. Syamsu menegaskan, pengoperasian gudang semacam itu ketika menimbulkan dampak lingkungan maka bisa dikenakan sanksi. Kata Syamsu sanksinya bermacam-macam, mulai dari teguran, pembinaan hingga penutupan. “Sanksi terberat itu bisa ditutup. Untuk memberikan sanksi juga harus ada syarat yang terpenuhi,” katanya. (ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.