alexametrics Kumpul dengan Jurnalis, OJK Sebut Ekonomi Sulteng Mulai Membaik – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kumpul dengan Jurnalis, OJK Sebut Ekonomi Sulteng Mulai Membaik

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

POSO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah menggelar kegiatan kumpul jurnalis tahun 2021 di hotel Danau Poso Kota Tentena, kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (24-25/11) bertema kaloborasi dan sinergi mewujudkan kesejahteraan Sulteng ini dibuka langsung Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar. Kegiatan dihadiri ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Gamal Abdul Kahar, menyampaikan banyak hal terkait perkembangan industri jasa keuangan, usaha pemerintah dalam meningkatkan ekonomi negara melalui jasa keuangan, fintech (financial technology), juga soal penurunan ekomi akibat covid-19 dan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi covid-19. “Industri jasa keuangan merupakan sektor vital untuk menopang perekonomian nasional. Layaknya pembuluh darah pada tubuh manusia, apabila terjadi sumbatan yang tidak tertanggulangi dapat menyebabkan total collapse dan kematian,” ungkapnya.
Gamal bilang, berkat sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, meskipun pandemi belum berakhir namun atabilitas sektor jasa keuangan terkendali dengan baik tercermin dari peningkatan indikator yang ada. Pada periode bulan September 2021, OJK mencatat peningkatan kinerja perbankan di provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp 48,49 triliun atau meningkat 9,09% secara year on year. Kredit tercatat Rp35,37 triliun, meningkat sebesar 15,46% secara year on year, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp27,53 triliun, meningkat 5,29% secara year on year, NPL terpantau stabil di angka 2,64%. Pada periode yang sama, OJK juga mencatat piutang perusahaan pembiayaan sebesar Rp3,87 trilun atau meningkat 26,26% secara year on year dengan NPF yang cukup stabil di angka 2,11%.
Selain peningkatan kinerja dimaksud, OJK mencatat sektor perasuransian di Sulawesi Tengah masih mengalami tekanan pasca pandemi dengan pencapaian kinerja yaitu premi asuransi umum sebesar Rp129 miliar atau menurun 18,34% secara year on year sedangkan klaim tercatat sebesar Rp44,63 miliar atau menurun 30,47% secara year on year. Premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp324 miliar, meningkat 10,24%, sedangkan klaim tercatat sebesar Rp278 miliar meningkat
16,67% secara year on year.

“OJK memproyeksi tren peningkatan kinerja sektor jasa keuangan di Sulteng masih akan berlanjut seiring dengan perbaikan ekonomi masyarakat akibat kebijakan stimulus perekonomian yang masih berlanjut, adanya re-opening aktivitas ekonomi secara bertahap, percepatan vaksinasi, dan penurunan tingkat penyebaran COVID-19,” tandasnya.

Terkait fintech, Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulteng, Wahyu Kresnanto, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati. Itu dikarenakan banyak terdapat fintech ilegal. “Terdata di OJK ada sebanyak 3.631 fintech ilegal. Masyarakat harus bisa waspada dan berhati-hati,” sebutnya. “Fintech yang legal (berizin dan terdaftar) hanya ada sebanyak 104 fintech,” sambung Wahyu.

Sementara itu, Mahfud Matangara, ketua PWI Sulteng, berharap OJK Sulteng bisa meningkatkan kualitas kerja dan pelayanannya pada masyarakat demi kemajuan ekonomi Sulteng. PWI, kata dia, akan selalu mensuport OJK dalam upaya mensejahterakan enomomi masyarakat. “Kami mendukung program OJK dengan harapan bisa memajukan dan mensejahterakan masyarakat Sulteng,” ucap Mahmud sembari inginkan harmonisasi hubungan OJK dengan jurnalis semakin baik dimasa depan. (bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.