Kualitas SDM Pengrajin Tenun Donggala Harus Meningkat

- Periklanan -

Ilustrasi proses persiapan pembuata sarung donggala. (Foto: @bmzIMAGES)

PALU – Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan salah satu daerah dengan berbagai kerajinannya. Salah satu kerajinan yang cukup terkenal ialah Sarung Tenun Donggala. Meski sudah cukup terkenal, hasil kerajinan yang menjadi ikon Sulawesi Tengah ini hampir punah akibat pengrajin Sarung Tenun Donggala yang kian berkurang.

Olehnya, peningkatan sumber daya manusia (SDM), baik kuantitas maupun kualitas, menjadi agenda utama program kerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai mitra pemerintah daerah di Sulteng.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Hj Zalzulmida A Djanggola mengungkapkan, bahwa Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah komitmen untuk meningkatkan SDM para pengrajin Sarung Tenun Donggala di Sulawesi Tengah tentang produk asli Sulawesi Tengah tersebut. Sebab menurutnya, selain untuk tetap melestarikan, Sarung Tenun Donggala ini adalah kebanggaannya orang Sulawesi Terngah.

- Periklanan -

“Jadi saya tidak mau melihat kerajinan milik kita Sarung Tenun Donggala ini punah. Karena pada saat saya masuk itu sepertinya ada tanda-tanda kerajinan itu mau hampir punah. Dan itu dengan kebijakan pemerintah, bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang punya jiwa bisnis, sehingga Sarung Donggala itu bukan diproduksi  di Donggala oleh para pengrajin tetapi diproduksi di Jawa,” ungkapnya, belum lama ini.

Lanjutnya, selain meningkatkan SDM para pengrajin Sarung Tenun Donggala, Dekranasda Sulawesi Tengah sebagai lembaga yang menaungi para pembuat kerajinan juga memiliki pengembangan-pengembangan lain yang menjadi program Dekranasda Sulteng di tahun 2017 ini, yaitu mempromosikan hasil-hasil karya kerajinan yang berasal dari daerah Sulawesi Tengah ini.

Baik ibu-ibunya kata dia, pemudanya, budayanya, akan terus memberikan informasi dan promosi kepada masyarakat tentang karya daerah itu melalui pameran, melalui majalah milik Dekranasda Sulawesi Tengah.

“Itu terus dilakukan, diinformasikan kepada dunia luar. Sehingga masyarakat yang ada di luar Sulawesi Tengah bisa mengetahui tentang produk kerajinan kita, sekaligus menjadi pasar bagi produk kerajinan itu sendiri,” tandasnya. (hqr)

- Periklanan -

1 Komen
  1. ekavianto Komentar Pengunjung

    Sebagai salah satu pemerhati daerah khususnya di Kabupaten Donggala, perkenankan kami memberikan saran terkait dengan Tenun Donggala . Banyak hal yang perlu di cermati dalam melestarikan, meningkatkan dan mengenalkan tenun donggala yang lebih dikenal dengan sarung donggalanya. Sekedar usulan perlu adanya buku sejarah tentang ” Tenun Donggala ” untuk dpt dipublikasikan setidaknya bagi generasi muda di sekitarnya. Beberaoa hal yang mungkin perlu untuk diperhatikan adalah : – Pembekalan ketrampilan SDM dalam tenun dan menumbuhkan minat , Ketersediaan bahan baku dan peralatan tenun dari yang tradisional hingga yang semi modern , memperbanyak gerai hasil produksi di setiap destinasi wisata unggulan di Propinsi Sulteng , khususnya Kab. Donggala . Menciptakan motif dan corak baru tanpa meninggalkan ciri khas awalnya . Memperluas jaringan pasar lewat networking online .
    Semua dengan harapan dapat mengangkat citra dan kelangsungan industri kerajinan tenun Donggala sebagai salah satu bagian daripada sejarah yang membanggakan serta mampu mengangkat pendapatan masyarakat juga menjadi sumber penghasilan alternatif yang cukup dapat diandalkan .
    Demikian yang dapat kami sampaikan , mohon maaf bilamana ada kata dan kalimat yang kurang berkenan .

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.