Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

KSOP Teluk Palu Bantu Korban Banjir di Sigi

PALU – Banjir bandang yang terjadi di wilayah Bangga, Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, turut menjadi keprihatinan bagi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Palu. Hal ini membuat KSOP Kelas II Teluk Palu menggalang bantuan untuk para korban banjir bandang di wilayah tersebut.

Penggalangan bantuan yang melibatkan KSOP Teluk Palu bersama PT Pelindo IV dan keagenan kapal serta instansi terkait lainnya, disalurkan Kamis (2/5). Bantuan yang terkumpul pun, dilepas Kepala Kantor KSOP Kelas II Teluk Palu, Letkol (Mar) Abd. Rahman dari kantor KSOP Teluk Palu. “Kami turut prihatin dengan terjadinya musibah banjir tersebut. Oleh karena itu, kami menginisiasi aksi peduli kemanusiaan dengan menggalang bantuan dari stakeholder dan instansi terkait untuk meringankan beban yang dihadapi oleh warga yang terkena dampak musibah banjir tersebut,” ujar Kepala Kantor KSOP Kelas II Teluk Palu.

Lebih lanjut, Rahman juga menginstruksikan, seluruh jajaran KSOP Kelas II Teluk Palu untuk bahu membahu membantu para korban dengan mengumpulkan dana dan menyalurkan bantuan berupa pakaian bekas, Sembako dan sebagainya. Adapun bantuan kemanusiaan tahap pertama yang terkumpulkan telah disalurkan langsung ke lokasi yang terkena dampak bencana banjir di Sigi, Dolo dan sekitarnya sebagai wujud nyata kepedulian terhadap para korban bencana di Sulawesi Tengah ini. “Bantuan yang diberikan adalah bantuan kemanusiaan tahap pertama dan selanjutnya direncanakan pengiriman bantuan dijadwalkan di minggu depan sambil menunggu bantuan yang datang dari berbagai pihak,” kata Rahman.

Menurut Rahman, dengan dilaksanakannya kegiatan seperti ini dapat membantu meringankan beban para korban yang terkena musibah. “Dan tentunya kegiatan aksi peduli ini diharapkan dapat menggugah kepedulian para donatur lainnya untuk peduli terhadap para korban bencana, bukan hanya di wilayah Sulawesi Tengah tetapi juga wilayah-wilayah yang terdampak bencana di seluruh Indonesia,” tutup Rahman.

Untuk diketahui, di Desa Bangga ada sekitar 500 unit rumah warga terendam banjir dan tertimbun material lumpur. Akibatnya 551 Kepala Keluarga atau sekitar 2.259 jiwa warga terpaksa mengungsi. Sedangkan di Desa Balongga ada 36 unit rumah rusak diterjang banjir dengan warga yang mengungsi sekitar 174 jiwa, kemudian di Desa Walatana ada 42 warga mengungsi pula akibat banjir. (adv/agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.