alexametrics KPU Sulteng Bedah Buku Partisipasi Politik dan Perilaku Pemilih – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

KPU Sulteng Bedah Buku Partisipasi Politik dan Perilaku Pemilih

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), kembali menggelar bedah buku dengan judul Partisipasi Politik dan Perilaku Pemilih, yang disusun Sahran Raden, SH., S.Ag., MH (anggota KPU Sulteng), Dr. Intam Kurnia (dosen FISIP Universitas Tadulako), dan Randy Atma R. Massi, SH., MH (dosen Fakultas Syariah IAIN Palu, di ruang pertemuan kantor KPU Sulteng, Jln. S. Parman No. 58 Palu, Selasa (29/6).

Kegiatan bedah buku dibuka oleh Ketua KPU SUlteng, Tanwir Lamaming. Moderator Kasubag Hukum KPU Sulteng, Cherly Trisna Ilyas. Sedangkan peserta bedah buku terdiri dari para penyelenggara Pemilu yakni komisioner KPU se Provinsi Sulawesi Tengah, akademisi, mahasiswa, pers, dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan memberikan penjelasannya, Sahran Raden, mengatakan proses penelitian hingga membuat buku ini megambil sampel Kota Palu dan Kabupaten Morowali. Meski kemudian, buku ini lahir merangkum kesuksesan Pemilu dan gelaran Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) serentak atau Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng pada tahun 2020 yang lalu.

Dalam ulasannya, Sahran Raden mengungkapkan kalau buku ini telah melewati berbagai fase-fase penelitian dan study kepustakaan. Ia mengakui buku yang disusunnya bersama Intam Kurnia dan Randy Massi masih memerlukan masukan dan kritikan dari pembaca, hingga menuju kesempurnaan sebuah buku yang bergenre ilmiah dan populer ini.

“ Kami sangat mengapresiasi terbitnya buku ini. Sebuah buku yang memberikan informasi bagi publik yang ingin mengetahui belantara penyelenggaraan kepemiluan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah, “ kata Roy Runtukahu, reporter dan penyiar RRI Palu.

Menurut Sahran Raden, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng yang diselenggarakan pada 9 Desemeber 2020 telah berlangsung aman, tertib dan lancar. Suasana politik di tengah-tengah masyarakat Sulteng dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wagub tahun 2020 pun masih kondusif sebagaimana yang terjadi pada Pemilu sebelumnya.

“ Kondisi kondusif ini tidak dibarengi dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan serentak tahun 2020. Partisipasi masyarakat di Sulteng khususnya di Kota Palu dan Kabupaten Morowali serta di beberapa kabupaten lainnya dalam pemilihan ini tidak mencapai target nasional yang telah ditetapkan oleh KPU RI yaitu sebesar 77,5 persen, “ paparnya.

Dikatakannya, tingkat partisipasi pada Pemilihan tahun 2020 tercatat sebanyak 2.055.320 pemilih terdaftar, yang menggunakan hak pilih sebanyak 1.521.571 atau sebesar 74,23 persen. Namun demikian tingkat partisipasi jika dibandingkan dengan Pemilihan tahun 2015 mengalami peningkatan dibandingkan dengan Pemilihan sebelumnya tahun 2015, dimana tingkat partisipasi pemilih sebesar 69,71 persen.

Ditegaskannya, KPU Sulteng telah melakukan segala usaha dalam bentuk sosialisasi, pendidikan pemilih serta beberapa kegiatan inovasi lainnya mendorong partisipasi pemilih.

“Tentu dibutuhkan kajian mendalam tentang fenomena ini. Selain masalah partisipasi masyarakat selama pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wagub tahun 2020 terdapat beberapa hal yang harus dicermati sebagai acuan dalam penyelenggaraan pemilihan serentak di masa yang akan datang, “ ujarnya.

Sahran mengungkapkan dua faktor yang mempengaruhi partisipasi pemilih di Pilkada Sulteng adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal, berupa keraguan pemilih terhadap kemanfaatan pemilihan, faktor kesibukan pekerjaan, dan faktor kesadaran pemilih. Sedangkan faktor eksternal adalah, faktor teknis penyelenggaraan pemilihan, faktor administrasi kependudukan, faktor politik, dan faktor pandemik Covid-19.

Sedangkan perilaku pemilih pada gelaran Pilkada 2020 di Sulteng, untuk mengungkap ini penulis buku menggunakan tiga pendekatan yaitu pendekatan sosiologis, psikologis, dan pilihan rasional.

Pada pemilih secara sosialogis memilih calon Gubernur dan Wagubnya berdasarkan agama, kelas sosial, etnis, daerah, tradisi keluarga, dan lain-lain. Dari sisi psikologis, pemilih memilih karena merasa dekat dengan partai politik tertentu.

Pada pemilih rasional, memilih calon Gubernur dan Wagub secara rasional yaitu melihat visi, misi dan program calon yang dikampanyekan. “ Pemilih rasional membaca, meneliti dan mengkaji implementasi kebijakan yang nantinya dapat dilaksanakan oleh pasangan calon, “ beber Sahran Raden.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.