KPPBC Pantoloan Musnahkan BKC Senilai Rp703 Juta

Terdiri dari Rokok, HPTL dan Miras Ilegal

- Periklanan -

PALU – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pantoloan, memusnahkan barang sitaan hasil penindakan selama kurun waktu 2019. Adapun barang kena cukai yang dimusnahkan itu, terdiri dari rokok ilegal, liquid vape yang tergolog hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) serta Miras ilegal.

Pemusnahan sendiri, digelar di halaman KPPBC Pantoloan, Rabu (7/10) kemarin. Turut hadir perwakilan pihak Kejaksaan, TNI serta sejumlah mitra Bea dan Cukai Pantoloan. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), Setiawan, juga turut hadir dalam pemusnahan Barang Milik Negara hasil penindakan KPPBC Tipe Madya Pabean C Pantoloan itu.

Kepala KPPBC Pantoloan, Alimudin Lisaw dalam keterangan persnya, mengungkapkan, sitaan Bea dan Cukai ini, telah menjadi Barang Milik Negara (BMN) dari hasil penindakan KPPBC Pantoloan sebanyak 35 kali penindakan selama 2019. Masing-masing, 614.660 batang rokok illegal, 399 botol Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) dan 287 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau minuman keras.

“Barang-barang tersebut telah ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN) dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan melalui KPKNL Palu untuk dimusnahkan,” jelas Alimudin.

Lanjut dia, barang-barang tersebut ditegah hingga dimusnahkan karena pelekatan pita cukai yang tidak sebagaimana mestinya. Perkiraan Nilai Barang sejumlah Rp.703.992.800,-(tujuh ratus tiga juta sembilan ratus sembilan puluh dua ribu delapan ratusrupiah) dan potensi kerugian negara sejumlah Rp.281.738.660,- (dua ratus delapan puluh juta satu juta tujuh ratus tiga puluh delapan ribu enam ratus enam puluh rupiah).

“Barang Kena Cukai (BKC) yang dimusnahkan ini berasal dari hasil penindakan yang dilakukan KPPBC Pantoloan di wilayah Pantai Timur sampai Moutong, Pantai Barat sampai Buol, Donggala, Sigi Biromaru, Palolo, Kulawi,Wilayah Kota Palu, dan Pasangkayu,” ungkap Kepala KPPBC Pantoloan.

- Periklanan -

Lewat pemusnahan ini pula, kata dia, KPPBC Pantoloan menunjukkan komitmen untuk membasmi peredaran BKC secara melawan hukum di seluruh wilayah kerja KPPBC Pantoloan dan dengan adanya penindakan yang terus menerus dilakukan diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku kegiatan illegal semacam ini. KPPBC Pantoloan, juga berkomitmen akan terus menerus menindak setiap pelaku yang melakukan pengedaran BKC secara illegal dan berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada lagi peredaran BKC ilegal di wilayah kerja KPPBC Pantoloan.

“Melalui kegiatan ini KPPBC Pantoloan juga ingin menunjukkan kepada pelaku peredaran BKC ilegal bahwa kita semua unsur pemerintah bekerjasama dan bersinergi memberantas peredaran BKC illegal,” tutur Irwan.

KENA CUKAI : Sejumlah barang kena cukai yang ditegah atau disita KPPBC Pantoloan dari sejumlah tempat di Sulawesi Tengah. FOTO : AGUNG

Lebih lanjut disampaikan Kepala KPPBC Pantoloan, sepanjang Tahun 2020, KPPBC Pantoloan juga berhasil melakukan penindakan atas BKC illegal dan melakukan penyidikan hingga berstatus P21 atas 3 kasus yaitu : penegahan (penindakan) 1 buah kontainer berisi 16 (enam belas) Karton Rokok Illegal dan 1 buah Mobil Box berisi 29 Karton Rokok Illegal dengan jumlah barang 720.000 (tujuh ratus dua puluh ribu) batang. Kemudian penegahan satu buah kapal yang mengangkut balepress impor sebanyak 290 buah bale dari Tawau, Malaysia dan penegahan 1.244.000 (satu juta dua ratus empat puluh empat ribu) batang rokok illegal di Kota Palu.

“Kami mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas peran serta masyarakat yang telah aktif mendukung pelaksanaan tugas kami terkhusus penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Republik Indonesia (TNI), Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder atas kerja sama, sinergi, dan dukungan terus-menerus sehingga kami dapat melaksanakan tugas dengan baik,” paparnya.

Dia berharap, agar dukungan dan kerjasama yang telah terbina selama ini dapat kita terus lanjutkan sehingga upaya untuk memberantas peredaran BKC illegal dapat dilaksanakan dengan baik.

Untuk diketahui, sebagai salah satu institusi strategis di lingkungan Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki tugas dan fungsi sebagai revenue collector atau pengumpul penerimaan Negara di bidang Cukai.

Penerimaan ini digunakan untuk biaya pembangunan, belanja pegawai serta kesejahteraan. Dalam perannya sebagai Revenue Collector atas produk Barang Kena Cukai (BKC), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ditargetkan oleh Negara untuk mengumpulkan penerimaan dari cukai senilai Rp.172,9 Triliun sepanjang tahun 2020 dan adapun realisasi penerimaan cukai tahun 2019 senilai Rp.172,3 Triliun melebihi target yang ditetapkan dalam APBN tahun 2019 senilai Rp. 165,5 Triliun. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.