Kosmetik Tanpa Lebel BPOM Dijual di Medsos

- Periklanan -

PALU- Penjualan Kosmetik ilegal di Kota Palu tampaknya masih beredar, pasalnya barang kosmetik yang dijual melalui media sosial atau online tersebut tidak memiliki ijin edar bahkan lebel milik Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Bahkan tempat kosmetik ini pun dicurigai berada di jalan Touwa Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu.

Informasi yang dihimpun oleh Radar Sulteng, bahwa sebelumnya di tahun 2020 telah ada penggrebekan penjualan kosmetik, hal itu berawal dari informasi masyarakat yang telah membeli barang kosmetik itu, akan tetapi tidak berani menggunakannya dikarenakan barang tersebut tidak ada lebal BPOM, bahkan warga itu telah berkoordinasi dengan BPOM dan dinyatakan barang tersebut adalah ilegal.

Setelah mendapatkan informasi tersebut tim dari Polda Sulteng langsung bergerak untuk mengecek langsung di lokasi yang ada di jalan Touwa tersebut. Akan tetapi kasus tersebut tidak diekspos, dan belum diketahui sampai dimana perkembangannya.

Salah seorang warga yang ikut dalam penggerebekan saat diwawancara, Radar Sulteng, mengakui bahwa dirinya ikut dalam penggebekan tersebut sesuai dengan informasi awal yang dirinya sampaikan. “Saya ada di TKP saat penggebekan itu, tetapi tidak lama, karena diminta penyidik tinggalkan TKP, jadi saya bergeser,” ujar sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

- Periklanan -

Sumber bahkan mengakui, salah satu di antara saksi yang ada di TKP saat itu telah mengambil video penggerebakan tersebut, akan tetapi video tersebut diminta untuk dihapus. “Sebelumnya ada salah satu dari kami ambil video. Tetapi sudah dihapus saat penggerebekan. Ada salah satu perwira berpangkat AKBP yang ikut saat penggerebekan,” terangnya.

Sampai disitu dirinya sudah tidak tahu lagi sampai dimana kasus tersebut, dan seperti apa penanganannya. “ Kalau itu tidak tahu, yang jelas penjualan kosmetik itu melalui online,” ungkapnya.

Sementara Kepala BPOM Kota Palu, Fauzi Ferdiansyah, untuk kasus ditahun 2020 dirinya belum melakukan adanya pengungkapan dan baru mulai melakukan pengawasan. “Ya kita baru mau mulai pengawasan ini, anggarannya juga baru turun akhir Januari ini,” tambahnya. Saat dihubungi via telepon.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan bahwa untuk ditahun 2020 belum ada Subdit Indag tangani perkara kosmetik. “Belum ada Subdit Indag tangani perkara kosmetik, namun ada tahap 2 (penyerahan berkas perkara kosmetik berikut tersangka dan barang bukti) ke Kejati Sulteng yang ditangani sejak bulan September 2019,” ungkapnya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.