Korupsi UPBJJ UT Palu Berlanjut ke Tingkat Banding

- Periklanan -

DIADILI: Mantan Kepala UPBJJ-UT Palu Wira Indra Satya saat menjalani sidang putusan di PN Klas 1A/PHI/Tipikor Palu. (Foto:Sudirman)

PALU – Meski telah menuai putusan majelis hakim Pengadilan Tingkat Pertama, pada Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A/PHI/Tipikor Palu, ternyata proses hukum yang menjerat terdakwa mantan kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Palu, Drs. Wira Indra Satya, M.Kes masih berlanjut.

Lewat kuasa hukumnya, terdakwa yang terjerat dugaan korupsi dana pelaksanaan Wisuda dan Upacara Penerimaan Ijazah (UPI) di UPBJJ-UT Palu tahun 2011-2012, telah menyatakan sikap mengajukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Tengah, melalui PN Klas 1A/PHI/Tipikor Palu, sejak medio pekan kemarin.

Terdakwa Wira menyatakan banding terhadap putusan perkara No.86/Pid.Sus-TPK/2016/PN Pal, yang dibacakan Majelis Hakim pada tanggal 9 Maret 2017. Putusan itu, berisikan amar berupa hukuman pidana 4 tahun penjara, untuk diri terdakwa yang terlibat korupsi.

- Periklanan -

“Ia kuasa hukum, terdakwa Wira benar sudah menyatakan sikap banding melalui Pengadila Negeri Klas 1A/PHI/Tipikor Palu, sejak tanggal 15/3 lalu. Begitupun dengan penuntut umum. Juga telah datang menyatakan,” kata Humas PN Klas 1A/PHI/Tipikor Palu Lilik Sugihartono SH.

Terhadap upaya banding itu, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), mau tidak mau akan mengikuti pula proses banding itu. Seperti yang dikatakan oleh Jaksa Efrivel SH ketua tim JPU.

Katanya, pada intinya JPU juga telah menyatakan banding. Akta banding yang dinyatakan JPU, teregister atau terdaftar dengan No. 7/Akta.Pid.Sus-TPK/2017/PN.Pal. “Selanjutnya JPU akan mengajukan kontra memori banding,” sebutnya.

Dari hal itu, kata Efrivel proses kasus yang menjerat terdakwa Wira, masih berlanjut. “Jadi proses hukum perkara yang menjerat terdakwa Wira Indra Satya ini masih berlanjut,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, dalam putusan pengadilan, terdakwa Wira Indra Satya yang terlibat perkara korupsi itu, telah dijatuhi hukum 4 tahun penjara. Putusan majelis hakim tersebut, sejalan dengan tuntutan JPU. Mengapa demikian karena JPU juga menuntut terdakwa ini dengan pidana penjara selama empat tahun. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.