Korsleting Listrik Diduga jadi Penyebab Kebakaran Pasar Manonda

- Periklanan -

PALU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu menduga penyebab kebakaran Pasar Manonda, Kota Palu, beberapa waktu lalu akibat adanya korsleting listrik.

Pedagang Pasar Inpres Manonda yang berada di Jalan Bayam sedang mengambil barang yang tersisa dari kobaran api. (Foto: Wahono)

Kepala Disperindag Kota Palu Dr Farid Rifai MSi mengungkapkan, bahwa korsleting aliran listrik yang menyebabkan terjadinya kebakaran di pasar Manonda masih dugaan.

“Sementara juga dari pihak kepolisian tengah menyelidiki penyebab dari kebakaran tadi, tapi kalau dari kita itu salah satu dugaan sementara karena korsleting aliran listrik,” ungkapnya kepada Radar Sulteng saat ditemui di ruanganya Senin (20/2).

Korsleting aliran listrik sumber pertamanya, menurut Farid Rifai, berawal dari sebuah bangunan yang dekat dengan los Kaili, sehingga menimbulkan percikan api.

“Kemudian menyerembet ke Los Kaili (petakan) yang berfungsi sebagai tempat berjualan,” sebutnya.

- Periklanan -

Di petakan los Kaili yang ditempati oleh para pedagang untuk berjualan itulah yang terbakar, kemudian menimbulkan kerugian akibat barang dagangan pedagang ludes dilahap api. Kemudahan api cepat menyerembet ke dalam bangunan los Kaili itu dikarenakan bahan yang digunakan hanya terbuat dari papan sederhana.

“Kerugian di kisar sekitar dua puluhan juta saja, yang terdiri dari sayuran, buah, pisang dan lainnya,” katanya.

Untuk bangunan los Kaili juga terdiri dari 50 los, sementara yang sudah terisi sebanyak 17 los, dan sisanya saat kebakaran masih dalam keadaan kosong.

“Sisanya 33 los tersebut belum diisi sama pedagang untuk dipakai berjualan, totalnya bangunan yang terbakar itu sebanyak 50 los dan ditambah lagi dengan sebagian kios yang di dekatnya,” ungkapnya.

Sebelumnya juga, untuk bangunan los Kaili itu rencana semula direncanakan untuk ditempati oleh pedagang yang ada di pasar tersebut. Penempatan los Kaili itu juga dimaksud sebagai upaya dari Disperindag agar dapat menata dan membenahi para pedagang yang berjualan di luar pasar.

“Sebenarnya kita mau maksimalkan itu tempatnya, sebelum terjadi musibah tadi, tapi kenyataannya berkata lain,” tutupnya.(cr7)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.