Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Korslet, Rumah di Jalan Otista Palu Terbakar

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Petugas pemadam kebakaran Kota Palu saat berupaya memadamkan api di salah satu rumah di Jalan Otista yang terbakar, Senin (17/7). (Foto: Mugni Supardi)

PALU- Kebakaran akibat korsleting listrik terjadi di Jalan Otista, Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, Senin (17/7) kemarin. Yang terbakar yakni rumah warga. Kejadiannya sekitar pukul 10.15 Wita. Api pertama kali terlihat dari plafon sebuah rumah berlantai dua dan berbahan baku kayu yang letaknya di bagian belakang.

Begitu menerima informasi kebakaran, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Palu langsung mengerahkan empat unit mobil damkar untuk menjinakkan si jago merah. Karena letak rumah yang terbakar berdekatan dengan rumah warga lainnya, sempat membuat warga sekitar dan pemilik rumah ikut panik. Mereka terlihat membantu mengeluarkan barang-barang di rumah milik Sulaeman Gafur yang terbakar.

Beberapa barang bisa diselamatkan. Akan tetapi perabot rumah di bagian dapur, hampir semua tidak dapat diselamatkan. Karena api cepat membesar dan mengancam rumah sekitarnya. Namun berkat kegesitan petugas pemadam kebakaran, hal yang dikhawatirkan tidak terjadi. Tiupan angin pagi itu belum terlalu kencang. Petugas damkar sangat cepat melakukan penjinakan di bagian samping sehingga tak mengenai atap rumah di sebelahnya.

Menurut Vina, anak pemilik rumah, dirinya mengetahui kebakaran setelah diberi tahu bapaknya, Sulaeman Gafur. Si bapak melihat api dari lantai dua rumah kayu di bagian belakang. Dan saat kejadian, Vina mengaku tidak ada aktivitas di dapur. Kompor pun tidak ada yang menyala.

“Bangunan lantai dua di belakang, memang terbuat dari kayu. Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Api terlihat pertama kali dari atas loteng,” ujarnya.

Vina terlihat sangat panik begitu melihat api berada di atas loteng. Dia berteriak dan meminta bantuan kepada warga sekitar. Barang-barang yang hendak diselamatkan diangkat keluar dari dalam rumah. “Untung tetangga dan warga sekitar mau membantu, sehingga tidak habis terbakar barang-barang kami,”katanya sedih.

Riana, salah seorang penghuni kos milik Sulaeman Gafur yang terletak di belakang rumah yang terbakar, membenarkan bahwa api begitu cepat membesar. Sebagian atap rumah kos juga ikut terbakar. Namun api masih bisa dipadamkan. “Hanya sebagian atap kos saja yang ikut terbakar,” terangnya.

Api bisa dipadamkan total sekitar pukul 12.30 Wita. Empat unit mobil damkar dari Dinas Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk menghalau api. Selain itu, ada juga satu unit mobil Damkar dari wilayah Palu Barat ikut mambantu, sehingga api tidak cepat membesar dan menghanguskan rumah warga lainnya. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.