Korfas Desa Sipeso Disorot, Ada Dugaan Konspirasi

Pembangunan Huntap Pakai Aksesoris Jauh dari Standar

- Periklanan -

DONGGALA-Telah 22 bulan lamanya gempabumi, tsunami dan likuifaksi melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala (Pasigala) meninggalkan duka yang mendalam terhadap warga Pasigala yang sampai hari ini masih banyak menghuni tenda-tenda dan hunian sementara (huntara). Padahal, kucuran dana stimulan tahap satu sebesar Rp 235,5 miliar telah lama dikucurkan. Dampak bencana dirasakan pula oleh masyarakat Kabupaten Donggala.

Seperti yang terjadi di Desa Sipeso Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala, beberapa unit bangunan Rumah Instan Stimulan (RISA) yang masih tahap satu sampai hari ini belum ada tanda-tanda pembangunan di desa tersebut.

Salah seorang penerima manfaat bernama Evi dan Kisman, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa sudah hampir setahun mereka hanya dijanji-janji oleh oknum Koordinator Fasilitator berinisial RN.

- Periklanan -

Karena itu, aktivis kemanusiaan yang juga Ketua Dewan Perlindungan Hukum dan HAM Forum Pemuda Kaili Bangkit FPK-B Sulteng, Moh. Raslin, mensinyalir adanya dugaan permainan kotor yang dilakukan oknum Koordinator Fasilitator dan oknum PPK BPBD Donggala yang terkesan menghambat pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di daerah tersebut.

Beberapa bangunan Risha tersebar di Kecamatan Sirenja dan Sindue Tobata yang difasilitasi oleh Koordinator Fasilitator (Koorfas) RN, hampir merata menggunakan bahan material yang tidak memenuhi standar kelayakan seperti masih terdapat beberapa bangunan Risha masih menggunakan aksesoris yang jauh dari standar keamanan yang nantinya akan berpotensi mengancam keselamatan penghuninya.

Salah satu contoh bangunan Risha yang ada di Desa Sipi Kecamatan Sirenja lebih kurang 100 unit Risha tersebar di daerah tersebut tidak menggunakan baut galvanis.

Relawan bencana Sulteng yang juga Aktivis kemanusiaan, Moh. Raslin, berjanji kepada masyarakat penerima manfaat di Desa Sipeso, Sipi, dan Oti akan mengusut tuntas dan melakukan upaya hukum untuk masyarakat Kaili yang haknya dizalimi oleh oknum Korfas dan instansi terkait.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.