Kontraktor Tugu Nol Kilometer Tidak Profesional

Belum Rampung hingga Enam Bulan Menyebrang Tahun

- Periklanan -

PALU – Pelaksana proyek pembangunann tugu Nol Kilometer yang terletak di Simpang Jalan Hasanuddin-Sudirman, Kota Palu terkesan tidak professional. Pasalnya, proyek yang seharusnya rampung pada akhir desember 2018, hingga semester pertama 2019 ternyata belum juga selesai.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Lambara Jaya Persada ini, sebelumnya sudah sempat diberikan dispensasi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, dengan alasan bencana pada 28 September 2018, maka proyek tersebut diperbolehkan menyebrang tahun. Namun, batas waktu semula yang diberikan hingga Maret 2019. Nyatanya, hingga lewat bulan Maret 2019, proyek yang menelan anggaran senilai Rp2,9 miliar tersebut belum juga rampung.
Dinas PU Kota Palu pun kembali melunak, dengan memberikan waktu penyelesaian hingga pertengahan Mei 2019. Lagi-lagi, kebijakan pemberian waktu itu juga tidak bisa dimanfaatkan pelaksana proyek. Sebab, hingga pertengahan bulan Juni, tugu tersebut tidak ada tanda-tandan bakal diselesaikan.
Anehnya, Dinas PU Kota Palu, justru tidak memberikan sanksi tegas kepada rekanannya itu. Justru seolah melindungi pelaksana proyek, dengan berbagai alasan. Bahkan, pucuk pimpinan Dinas PU Kota Palu, dalam hal ini Kepala Dinas, Iskandar Arsyad seolah menutup mata dan menganggap pekerjaan proyek tersebut sudah selesai. “Semua tahap pekerjaan fisik sudah selesai, tinggal menunggu bola dunia yang dipasang di bagian atas tugu nol kilometer,” ungkapnya kepada Radar Sulteng, Rabu (12/6).
Hasil pantauan di lapangan, ternyata masih banyak item pengerjaan yang belum dirampungkan kontraktor tugu Nol kilometer. Tidak hanya bola dunia yang keberadaannya masih misterius, lokasi proyek yang ditutupi seng itu, ternyata belum juga rampung pengerjaan lantai dasarnya yang rencananya dipaving.
Padahal dalam item pengerjaan proyek, tercantum pemasangan lantai paving di bagian bawah tugu. Begitu juga fasilitas air mancur di dekat tugu, yang juga seharusnya dibuat pelaksana proyek, namun belum terlihat. Sejumlah skafolding, tampak pula masih melingkari tugu, tanda bahwa memang proyek tersebut belum diselesaikan. Bola dunia sendiri rencananya bakal dipasang di atas tugu tersebut.
Menurut sejumlah warga yang biasa berkegiatan, di sekitar lokasi proyek, sudah lebih dari sebulan, dirinya tidak melihat adanya aktifitas pekerjaan di proyek tersebut. Bahkan beberapa pekerja yang tinggal di camp dekat proyek itu, juga sudah tidak pernah dilihatnya berada di lokasi. “Sebelum puasa sudah tidak ada aktifitas saya lihat,” sebut warga yang mengaku bernama Nur tersebut. (zal)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.