alexametrics Kontraktor Sebut Proyek Normalisasi DAS Sigi Uang Muka Belum Dibayarkan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kontraktor Sebut Proyek Normalisasi DAS Sigi Uang Muka Belum Dibayarkan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SIGI-Penanggungjawab PT Pembangunan Rezki, Recky Wentinusa, mengatakan, proyek River Improvement And Sediment di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Langaleso-Kabobona, Kabupaten Sigi, sepanjang 3 kilometer (km) Tahun Anggaran 2020-2021, senilai Rp 48,9 miliar hingga saat ini masih dalam tahapan pekerjaan.

” Sebagai kontraktor pelaksana, hingga saat ini belum dibayarkan uang muka dari nilai kontrak yang seharusnya. Itu hak kami untuk dibayarkan pihak proyek, ” kata Recky Wentinusa, Senin (18/1).

Menurut Recky, pihaknya tidak ada unsur sengaja untuk lambat action, namun proses tender dan untuk mobilisasi alat, itu membuat pekerjaan harus mundur dari jadwal awal sesuai kontrak. Kemudian faktor alam cuaca curah hujan tinggi juga ikut menghambat perkerjaan pengecoran di daerah aliran sungai.

“Bagaimana bisa pengecoran disaat air naik akibat curah hujan tinggi. Kemudian sungai mrluap karena banjir. Ditambah lagi libur Natal dan tahun baru hingga memengaruhi tenaga kerja dan baru aktif kembali Januari 2021, ” beber Recky.

Saat ini kata Recky pekerjaan mereka lakukan sudah sekitar 20 persen lebih, dan semua alat berat siap di lokasi. Proyek ini ada pengawas lapangannya, jika cuaca alam mendukung akan diselesaikan.

“Pekerjaan proyek ini kontraknya dilakukan pada September 2020, proses dimulai bangun Direksi keet, dan sesuai keinginan pemberi bantuan mengharuskan ada Direksi keet di lokasi proyek, ” terang Recky.

Proyek berprangko kurang lebih Rp 50 miliar tersebut, yang bersumber dari dana Loan JICA No. IP 58 bantuan dari Pemerintah Jepang untuk membantu pelaksanaan pembangunan infrastruktur pasca bencana tahun 2018 yang terjadi di Palu Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sesuai Nomor Kontrak : HK021/PPK-SDPII-P JSA.ST-BWS 13/18 proyek senilai kurang hamper Rp 50 miliar tersebut dikerjakan PT. Karya Pembangunan Rezki selaku pemenang tender di Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Sulteng.

Sebagai pemenang kontrak sekaligus pelaksanaan kegiatan proyek di lapangan PT. Karya Pembangunan Rezki, oleh BWSS III Sulteng hanya diberi tenggang waktu pelaksanaan selama 210 hari mulai September 2020 lalu.

“Pekerjaan ini baru dimulai pada September 2020, kita awali persiapan lokasi pembangunan Direksi keet, dan keinginan pemberi bantuan mengharuskan ada Direksi keet di lokasi proyek, ” tandas Recky.
Dijelaskannya, proses untuk membuat Direksi keet makan waktu kurang lebih dua bulan. Kemudian, tahapan mobilisasi alat dan tenaga kerja yang bekerja melakukan penggalian aliran sungai.

” Dari proses kontrak hingga pekerjaan fisik pada tahap normalisasi sungai Langaleso-Kabobona efektifnya baru dimulai awal November 2020. Dan secara fisik hingga awal Januari 2021 volume pekerjaan sudah mencapai sekitar 20 persen, ” ungkap Recky.

Recky menjelaskan alasan terlambatnya pelaksanaan proyek pihak pemberi pekerjaan BWSS III Sulteng lambat melaksanakan lelang. Kemudian faktor alam, curah hujan tinggi menyebabkan meluap sungai. Secara otomatis pihaknya tidak bisa bekerja maksimal.

” Pihak kami tak ada niat lambat kerja, dan apa bila pelaksanaan pekerjaan tidak selesai tepat waktu seperti tertera dalam kontrak, maka sebagai pelaksana pihaknya mengajukan perpanjangan waktu sesuai ketentuan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 yang berlaku maupun ketentuan peraturan dari JICA sebagai pemberi bantuan, ” kata Recky Wentinusa.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.