Kontingen POPNAS Sulteng Berkekuatan 130 Atlet

- Periklanan -

Atlet PPLP Sulteng, Moh Isra/Supriyadin setelah tampil di babak penyisihan nomor C2 1000 m putra, Kamis (24/8). (Foto: Andi Amal)

PALU–  Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV 2017 di Semarang, Jawa Tengah  dijadwalkan berlangsung mulai 10 – 21 September 2017. Opening ceremony akan dilaksanakan pada Selasa (12/9) nanti. Meski demikian, beberapa cabang olahraga (cabor) sudah mulai dipertandingkan pada, Minggu (10/9) besok. Diantaranya, cabor dayung.

Di POPNAS XIV 2017 ini, kontingen Sulteng berkekuatan 130 atlet dan 40 pelatih, 10 orang ofisial dan 2 orang tim aju.  Sulteng akan mengikuti 14 cabor. Diantaranya atletik, bulutangkis, bola voli indoor, voli pasir, renang, pencak silat, dayung, judo, taekwondo, sepak takraw, tenis meja, tenis lapangan, tinju dan karate.

‘’Kita berkekuatan 130 atlet dari 14 cabor yang diikuti. Para atlet ini akan didampingi 40 pelatih,’’kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulteng, DR Yunan Lampasio.

Kontingen POPNAS Sulteng sendiri sudah memberangkatkan atlet dayung lebih awal dan sekarang sudah berada di Semarang, karena sudah akan bertanding pada Minggu (10/9) besok.

Yunan mengatakan, atlet dayung memang berangkat lebih awal dengan harapan bisa uji coba dan  menyesuaikan atau beradaptasi dengan lokasi lomba.

- Periklanan -

‘’Ini penting karena ada beberapa kelas yang dilombakan saat Kejurnas tidak dilombakan di POPNAS, seperti nomor rowing 2000 m putra dan argometer . Ini tentu penting bagi skuad dayung Sulteng untuk perlu penguasaan medan,’’kata Yunan Lampasio.

Secara prinsip kata Yunan, skuad atlet Sulteng untuk delapan cabor yang diikuti di POPNAS nanti sudah siap. Mereka adalah atlet-atlet Sulteng yang siap berlaga yang juga atlet masa depan Sulteng, bahkan sangat potensial untuk menjadi atlet nasional.

Kata Yunan, soal cabor yang diandalkan, harapan Sulteng tentu semua cabor yang diikuti harus berkompetisi. Di cabor bulutangkis, Sulteng memiliki atlet yang lagi sekolah di SMA Ragunan. Seperti di cabor atletik, Sulteng mengandalkan Daniela dan Rico. Keduanya merupakan spesial sprint 100 m dan 200 m dan sudah 2 tahun ditempa di Pelatnas.

Demikian halnya di cabor tenis meja, Sulteng memiliki atlet putri yang dibina di SMA Ragunan. Sedangkan di cabor dayung, Sulteng memiliki atlet yang sudah teruji dan menunjukkan prestasinya di Kejurnas belum lama ini yang dilaksanakan di Teluk Palu. Pun demikian dengan cabor pencak silat, karate, taekwondo, dan voli pasir juga sangat diharapankan memberikan prestasi, termasuk cabor tinju putra dan putri.

‘’Pokoknya kita harus optimis dululah karena kita juga sedang mempelajari kekuatan lawan yang akan kita hadapi. Kami mohon support dan doa masyarakat Sulteng agar pelajar-pelajar Sulteng bisa mengharumkan nama daerah,’’sebutnya.

Terkait dengan pelaksanaan POPNAS, Yunan menilai ajang nasional ini merupakan puncak dari pembinaan prestasi pelajar nasional dalam rangka optimalisasi pengembangan atlet pelajar yang dibina melalui sentra-sentra olahraga, seperti Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP), PPLP-D dan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO).

‘’POPNAS ini diharapkan menjadi sarana evaluasi serta pemanduan bakat bagi atlet-atlet potensial yang akan diproyeksikan pada iven-iven nasional bahkan internasional.  Jadi apa yang dilakukan di sentra-sentra olahraga tersebut, sesungguhnya bukan untuk melahirkan atlet daerah, tapi dipersiapkan untuk menjadi atlet nasional yang akan memperkuat bangsa dan negara di level internasional,’’pungkasnya. (aml)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.