Konsumen Harus Selektif Memilih Takjil

- Periklanan -

PALU – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu memasuki bulan Ramadan tahun ini sudah membentuk tim yang bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait untuk melakukan pengawasan penjualan takjil  atau kudapan berbuka puasa di Kota Palu. Tim ini terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Palu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Palu.

Salah seorang ibu melayani pembeli di lapak jualannya di Pasar Ramadan, Kamis (17/5). (Foto: Mugni Supardi)

Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu, Safriansyah mengatakan, untuk pengawasan takjil pada bulan Ramadan itu sudah menjadi salah satu bagian dari intensifikasi pengawasan pangan pada bulan ramadan sampai menjelang Idul Fitri. Dia juga menuturkan, sudah memiliki jadwal perencanaan tempat yang akan dilakukan pengawasan di antaranya pasar Ramadan, jualan takjil yang dikoordinir Pemerintah Kota, penjual takjil pinggir jalan dan penjual takjil ditempat-tempat tertentu.

“Kami sudah menyusun jadwal selama Ramadan ini untuk lakukan pengawasan tempat jualan takjil yang ada di Kota Palu,” katanya kepada Radar Sulteng Kamis kemarin,(17/5).

- Periklanan -

Kepala BPOM Palu juga menyebutkan, sudah berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait agar lebih ketat dalam pengawasan takjil, khususnya yang tidak di koordinir oleh pemerintah kota seperti penjualan takjil pinggir jalan dan penjual takjil di tempat tertentu. Yang dikhawatirkan di lingkungan sekitar tempat berjualan takjil itu, tidak bersih sehingga mengakibatkan gangguan pencernaan bagi masyarakat yang mengkonsumsinya.

“Tetap akan keliling setiap harinya mulai pukul 15.00 Wita hingga menjelang berbuka puasa di tempat-tempat penjualan takjil lakukan pengawasan, dan kalau menemukan takjil yang dicurigai bermasalah akan langsung diuji di mobil Laboratorium keliling,” ujarnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan memperhatikan kebersihan tempat-tempat penjualan takjil terlebih yang tidak dalam tempat yang dikoordinir oleh Pemerintah Kota.  “Masyarakat tetap waspada saat membeli takjil dan memeriksa makanan yang hendak dibeli dari tampilan makanan hingga aromanya,” imbaunya.

Sementara itu, untuk pasar Ramdan yang digelar Pemerintah Kota Palu, para pedagang telah diberikan sosialisasi terkait dengan cara penyajian makanan yang sehat bersih dan higienis. Pada hari pertama dibuka pun, jualan para pedagang sudah diuji sampel awal, setelah berjalan, juga akan dilakukan uji sampel pada makanan, dan menjelang akhir juga dilakukan pengambilan sampel yang dilakukan secara acak, hal ini untuk melihat apakah dagangan menggunakan bahan pengawet atau tidak.

“Jadi makanan itu tidak boleh menggunakan bahan pengawet, kemudian dia disajikan harus dalam keadaan tertutup, tetap menjaga kesehatan, kedepan jika kedapatan menggunakan pengawet, langsung diberikan teguran, bahkan mungkin tidak bisa berdagang lagi,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, yang juga Penanggungjawab Pasar Ramdan. (slm/ika)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.