Konjen Filipina Belajar ke Sulteng Atasi Konflik Poso

- Periklanan -

Asisten II B Elim Somba menerima kunjungan Konsulat Filipina Mr. Oscar G. Orcine bersama staf Konsulat di ruang kerjanya, Senin (16/10). Usai pertemuan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata. (Foto: Awal)

PALU– Konsulat Jenderal Filipina di Manado, Mr. Oscar G. Orcine, kunjungi Sulawesi Tengah. Kunjungan Oscar bersama stafnya diterima Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra, Bunga Elim Somba mewakili gubernur, di ruang kerja Asisten, Senin (16/10).

Selain ingin memperkenalkan diri terhadap daerah wilayah kerjanya, kunjungan Konjen Oscar ini juga ingin mengetahui perkembangan terkini situasi di wilayah timur.

Asisten II Elim Somba mengatakan kunjungan ini memang menjadi yang diprogramkan mengingat Indonesia-Filipina merupakan bagian East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA). BIMP-EAGA adalah kerja sama Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines.

‘’Lima negara ini banyak berbicara tentang kepentingan ekonomi yang di dalamnya ada pariwisata juga kepentingan keamanan. Sehingga beliau diprogramkan untuk datang ke Sulawesi Tengah. Sulteng merupakan provinsi paling luas di Pulau Sulawesi,’’ ungkap Asisten usai menerima kunjungan Komjen.

- Periklanan -

Sementara dalam pertemuan kemarin, banyak hal yang dibicarakan. Mulai dari pengembangan ekonomi, keamanan dan perbatasan perairan laut Indonesia-Filipina. Seputar ekonomi, dijelaskan diresmikannya jalur perdagangan melalui pelayaran kapal roro oleh Presiden, rute Bitung-Filipina. Namun diakui Konjen saat ini masih terdapat hambatan sehingga masih dalam penyelesaian di tingkat pusat.

‘’Lewat departemen perhubungan laut telah diadakan beberapa kali pertemuan di Jakarta, dan hasilnya itu kapal roro tidak lagi menggunakan kapal dari Filipina, tetapi dari Indonesia,’’ ungkap Konjen melalui juru bahasanya.

Konjen mengakui Sulteng telah berhasil mengatasi masalah situasi keamanan di Poso. Konjen ingin mengetahui secara langsung upaya apa yang dilakukan pemerintah provinsi dalam mengatasi masalah konflik Poso. Diakuinya masalah Sulteng sama dengan Filiphina yang melekat stigma keamanan Poso dan Abu Sayaf di Filipina.

‘’Sebagai pemerintahan kita akan mempelajari sesuatu di lapangan. Seperti juga di Filipina, orang selalu mengaitkan Abu Sayaf dan jika menyebut Sulawesi Tengah pasti terkait dengan Poso,’’ kata Konjen.

Kedatangannya di Sulteng Oscar G. Orcine juga mengaku akan mengunjungi Universitas Tadulako. Untad menurutnya satu dari dua universitas di Indonesia yang mengajarkan anti radikalisme.

Terkait dengan masalah perbatasan, laut Konjen mengakui adanya penerapan batas baru antara Indonesia dan Filiphina. Terjadinya ilegal fishing dijelaskan Konjen bahwa pemerintah Filipina terus mensosialisasikan aturan-aturan mengenai perbatasan kedua negara.(awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.