alexametrics KONI Sulteng Siapkan Rp 1 Miliar 1 Emas – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

KONI Sulteng Siapkan Rp 1 Miliar 1 Emas

Bonus Emas untuk PON XX-2024 Aceh-Sumatera Utara

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – KONI Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Kelompok Kerja (Pokja) Sulteng Emas menyiapkan bonus Rp 1 miliar kepada atlet Sulteng yang berhasil memperoleh medali emas pada PON XXI-2024 di Aceh- Sumatera Utara.

Hal ini dikatakan Ketua Pokja Sulteng Emas Ronny Tanusaputra pada konferensi pers di KONI Sulteng, Rabu petang (5/1). Konferensi pers ini dihadiri unsur KONI Sulteng yaitu, Ketua Umum KONI Sulteng Muh Nizar Rahmatu, Bendahara Umum Andi Nur B Lamakarate, Ketua Harian Edison Ardiles, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Dr Humaedi, Direktur Eksekutif Muh Warsita, dan sekretaris Pokja Sulteng Emas Dr Gunawan.

Ronny mengatakan, kucuran bonus Rp1 miliar ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah provinsi Sulteng melalui KONI dan Pokja Sulteng Emas kepada atlet Sulteng. Disamping itu, Pokja Sulteng Emas bekerja atas harapan dan cita-cita Rusdy Mastura mengangkat citra olahraga Sulteng di kancah nasional.

Ronny menambahkan Sulteng Emas ini merupakan keinginan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura pada PON 2024 dengan target Provinsi Sulteng meraih medali minimal 10 medali emas.

“Bapak Rusdy Mastura menginginkan prestasi olahraga Sulteng menembus papan tengah PON XXI-2024 di Aceh-Sumatera Utara sekaligus juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada patriot olahraga Sulteng yang berhasil mengharumkan nama Provinsi Sulteng di kancah PON,” kata Ronny.

Momentum ini kata Ronny bisa jadi peluang bagi atlet atlet Sulteng yang mati-matian membela daerah lain bisa kembali ke Provinsi Sulteng. Ini juga membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulteng di era Gubernur Sulteng Rusdy Mastura dan Wakil Gubernur Ma’mun Amir, bisa menjamin kelayakan hidup atlet Sulteng melalui olahraga.

Sejauh ini Pokja Sulteng Emas telah melakukan sejumlah terobosan yaitu, dengan melakukan naturalisasi atlet. Beberapa atlet yang telah dinaturalisasi yaitu, peraih emas PON Papua nomor 400 meter gaya ganti putri Azzahra Permatahani dan Sofie Kemala. Keduanya perenang putri papan atas Indonesia yang berpeluang bisa memberi lebih dari lima medali emas pada PON XXI-2024 di Aceh-Sumatera Utara.

Selain atlet renang, Pokja Sulteng Emas sedang bernegosiasi atlet-atlet unggulan Indonesia lainnya yang menginginkan menjadi bagian dari Sulteng Emas. Seperti Ismail Kadir atlet biliar Sulawesi Selatan yang meraih 2 emas PON Papua saat ini sedang negosiasi dengan Pokja Sulteng Emas. Ada juga atlet dari Cabor lain tenis lapangan, dan panjat tebing.

Sementara itu Ketua Umum KONI Sulteng M Nizar Rahmatu juga besar harapan kepada seluruh atlet Sulteng yang membela daerah lain atau habis masa kontrak dapat memanfaatkan momentum ini.

“Kepada seluruh anak-anakku sekalian atlet Sulteng yang membela daerah lain kembalilah ke pangkuan bumi Tadulako. Daerah kita sedang membutuhkan kalian untuk bersama-sama berjuang mengangkat harga diri, martabat dan kebanggaan kita pada PON XXI-2024,” kata Nizar.

Harapan Nizar bahwa dengan adanya bonus yang sangat besar ini bisa menjadi pemicu semangat atlet Sulteng untuk bisa menggantung harapannya bersama-sama menuju prestasi PON 2024. Diketahui dua provinsi yang menyediakan bonus sampai Rp 1 miliar yaitu Papua dan Sulteng kedepan.

Momentum ini kata Nizar berlaku pada 2022 saja karena proses mutasi atlet dilakukan sebelum Pra PON 2023. “Kami membuka ruang kepada putra putri Sulteng maupun luar daerah, kesempatannya hanya tahun 2022 ini kami siap membuat perjanjian hitam di atas putih bahwa kami siap memberikan bonus Rp 1 miliar,” kata Nizar Rahmatu
Nizar juga mengatakan, Pokja Sulteng Emas ini bekerja dengan biaya tanpa APBD, murni dukungan dari sponsorship.
Selanjutnya menurut Nizar, bagi atlet luar yang ingin bergabung dengan Sulteng akan melalui seleksi layak atau tidak layak. “Nantinya Pokja yang akan menyeleksi apakah mereka layak atau tidak layak dinaturalisasi,” kata Nizar. (bar/Adv)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.