Kondisi Monumen Trikora Memprihatinkan, Perlu Dipugar dan Dipromosikan

- Periklanan -

Monumen Trikora Salakan, saat diresmikan Presiden Soeharto 1995 silam. (Foto: istimewa)

BANGGAI – Monumen Trikora Salakan yang berdiri tegak menghadap Teluk Bakalan di Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), perlu dipugar dan dipromosikan. Langkah tersebut dinilai perlu karena beberapa alasan.

Politisi DPRD Bangkep, Rusdin Sinaling, mengatakan monumen yang diresmikan langsung Presiden Soeharto 12 Agustus 1995 silam tersebut, menyimpan historis besar. “Monumen Trikora Salakan ini saksi bisu sejarah pembebasan Irian Barat. Monumennya dibangun di Salakan,” jelasnya.

- Periklanan -

Agar masyarakat Indonesia tidak lupa, monumen tersebut perlu dipromosikan. “Alasan lain. Kita adalah bangsa yang menghargai leluhur, tahu sejarah. Jangan lupakan sejarah. Apakah kita durhaka dengan membiarkan monumen tersebut terbengkalai,” jelas Rusdin.

Rusdin menjelaskan, masyarakat Bangkep sendiri terutama pelajar, sudah melupakan sejarah leluhurnya. Di beberapa sekolah dasar, sejarah Trikora sudah tidak diajarkan lagi. “Saya pernah bertanya apa itu monumen, siapa yang resmikan dan apa sejarahnya. Anak SMP dan SMA saja, tidak tahu,” jelasnya.

Monumen tersebut kondisinya kini sangat memprihatinkan. Lambangnya sudah berkarat dan beberapa sudah jatuh di tanah. Reliefnya di bawah mulai memudar. “Untungnya ada dikembangkan RTH di Trikora. Tapi tidak menyentuh esesnsinya yaitu menyelematkan monumen tersebut dari kerusakan,” jelasnya.

Dia berharap eksekutif mengusulkan pembiayaan program pemugaran monumen tersebut. “Jika tidak ada anggaran. Mintalah ke pemerintah pusat, karena monumen ini sejarah nasional,” jelasnya.(bar)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.