Komunitas Sejarah Lokal Perlu Dilembagakan

- Periklanan -

Salah seorang peserta menyampaikan pendapatnya pada forum sosialisasi pembentukan komunitas sejarah lokal, Selasa (29/8) lalu. (Foto: Syahril)

PALU– Komunitas sejarah lokal harus menjadi lembaga yang resmi. Dengan demikian pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bisa memberikan bantuan pendanaan kepada lembaga resmi tersebut.

Hal ini mengemuka dalam forum sosialisasi pembentukan komunitas sejarah lokal yang digelar Dinas Dikbud Sulteng, Selasa (29/10). Sosialisasi yang memang diarahkan untuk membentuk komunitas sejarah lokal di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng, itu dihadiri Direktur Sejarah dan Kebudayaan, Kemendikbud Triana Wulandari. Sedangkan pesertanya antara lain para pejabat dinas Dikbud kabupaten dan kota, serta pemerhati sejarah lokal.

Kabid Kebudayaan, Dinas Dikbud Sulteng Dr Rachman Ansyari MPd yang dihubungi kemarin (30/8) mengatakan, berbagai masukan terungkap dalam forum itu. Satu hal yang  mengemuka adalah soal perlunya pemerintah membantu penganggaran terhadap komunitas sejarah lokal. Dalam forum itu juga terjawab bahwa pemerintah pusat melalui Kemendikbud bisa memberikan bantuan anggaran asalkan komunitas sejarah lokal menjadi lembaga yang resmi.

- Periklanan -

Lembaga resmi yang dimaksud adalah memenuhi persyaratan antara lain adanya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), nomor pokok wajib pajak (NPWP), dan syarat-syarat lainnya.

”Kalau sudah menjadi lembaga resmi maka kementerian dapat menyalurkan bantuannya kepada komunitas sejarah lokal,” kata Rachman.

Dia mengakui di Sulteng belum ada lembaga komunitas sejarah lokal. Di Kota Palu hanya ada komunitas budaya lokal. Karena itu pihaknya mendorong setiap kabupaten dan kota di Sulteng membentuk komunitas sejarah lokal.

Keberadaan komunitas sejarah lokal dapat membantu pemerintah dalam melakukan sosialisasi tentang sejarah lokal di masing-masing daerah. ”Hal ini penting karena pendidikan sejarah menjadi bagian dari pembentukan karakter bangsa,” kata Rachman.(sya)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.