Komitmen Anti KKN dalam Penerimaan SIPSS, Teken Fakta Integritas

- Periklanan -

PAKTA INTEGRITAS : Perwakilan Panitia, orang tua peserta dan peserta penerimaan SIPSS saat membacakan pakta integritas, Kamis (2/3). (Foto: Agung Sumandjaya)

PALU – Rekrutmen anggota Polri tahun 2017 ini dimulai dengan proses seleksi calon siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Polda Sulteng sebagai salah satu panitia daerah turut pula membuka pendaftaran calon siswa SIPSS.

Kamis (2/3) kemarin, digelar pembacaan dan penandatanganan pakta integritas dalam penerimaan SIPSS, di aula Torabelo Mapolda Sulteng. Kegiatan ini sendiri, tidak hanya dihadiri panitia penerimaan, namun juga dihadiri para peserta juga orang tua peserta penerimaan SIPSS.

Wakapolda Sulteng, Kombes Pol Mohammad Aris Purnomo, mewakili Kapolda Sulteng, dalam arahannya kepada panitia serta peserta juga orang tua peserta, mengungkapkan, tujuan digelarnya pembacaan dan penandatanganan pakta integritas ini, tidak lain bentuk dari komitmen Polda Sulteng dan para calon siswa, mewujudkan penerimaan yang bersih, objektif, transparan, akuntabel serta berkualitas.

- Periklanan -

Panitia sendiri, sebut Aris, diminta untuk melibatkan pengawas yang benar-benar kredibel dalam seleksi ini. Dia juga mengingatkan, panitia untuk tidak terlibat KKN maupun menjanjikan kelulusan kepada para peserta. Sebab, jika terbukti, maka Kapolda, akan melakukan proses secara hukum bagi pelakunya. “Semoga penerimaan Polri kali ini dapat diridhoi oleh Allah dan mendapatkan anggota Polri yang benar-benar mahir serta berkualitas dan patuh terhadap hukum,” jelas Aris.

Senada dengan itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulteng, Kombes Pol Kif Aminanto menegaskan, bila ada peserta yang ketahuan menggunakan jasa calo atau meminta dibantu dalam kelulusan kepada panitia maupun orang dalam Polda, tidak akan segan-segan didiskualifikasi. “Kalau ada yang nitip-nitip ke panitia, atau ke saya, tidak butuh waktu lama saya langsung coret namanya. Kita inginkan lahir anggota Polri yang berkualitas,” tegas Kif.

Pada penerimaan SIPSS ini, jenjang pendidikan yang diterima yakni Sarjana Strata 2 (S2) dan Sarjana Strata 1 (S1) dari sejumlah bidang ilmu tertentu.Untuk itu, sebut Kif, jika nanti lulus, para peserta harus siap ditempatkan di fungsi Polri yang sesuang dengan bidang ilmu yang dimiliki. “Kan tidak mungkin dokter kemudian maunya jadi Kapolsek,” sebutnya.

Animo SIPSS tahun ini terbilang kecil. Pada saat pendaftaran online tercatat ada sekitar 66 orang peminat. Namun pada saat pendaftaran resmi di Polda Sulteng hanya ada 18 pendaftar. Teridir dari 13 pria dan 5 orang wanita. “Tahapan seleksi di tingkat Penitia Daerah Polda Sulteng, dimulai 1 Maret hingga 11 Maret mendatang,” terangnya. Dalam kegiatan ini, turut pula dihadiri para pejabat utama Polda Sulteng.

Adapun isi dari pakta integritas tersebut, pada intinya memang terkait komitmen untuk anti KKN, panitia, peserta juga orang tua peserta. Tidak hanya SIPSS, Polri juga pada bulan Maret ini bakal membuka pendaftaran calon Taruna Akpol, Calon Bintara serta Calon Tamtama Polri secaa bersamaan. Pendaftaran sendiri mulai dibuka 14 Maret 2017 mendatang. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.