Komisi C Dukung Dishub Soal Aturan Kontainer

- Periklanan -

Salah satu container yang melintas tepat di bawah tanda larangan yang ada di traffic light, Sisingamangaraja-Tombolotutu, belum lama ini. (Foto: Hanif)

PALU –  Terkait aturan kontainer tidak bisa masuk Kota, Anggota Komisi C Bidang Pembangunan Rusman Ramli angkat bicara.

Menurut Rusman Ramli, Senin (2/10) aturan Dinas Perhubungan yang melarang kontainer masuk kota pada siang hari, menjadi solusi agar keberadaan kendaraan dengan tonase berat tersebut, tidak akan membuat macet di satu sisi. Di sisi lain dapat mencegah kerusakan jalan.

“Memang beberapa pengusaha ada yang menolak. Menurut saya setiap keputusan memang ada pro dan kontra,” katanya.

Apalagi kata dia, dewan selama ini sudah mendorong Dinas Perhubungan agar yang bisa masuk ke dalam kota itu hanya truk-truk yang berukuran kecil.

- Periklanan -

“Cukuplah truk  Kontainer itu hanya sampai Kelurahan Tondo pada siang hari. Ini juga sesuai dengan Perda Tata Ruang Nomor 16 tahun 2011 bahwa pusat pergudangan itu berada di Kelurahan Tondo, Layana dan Seluruh Kecamatan Palu Utara,” kata Rusman lagi.

Rusman meminta Dinas Perhubungan juga tetap menyikapi dengan bijak tentang tempat masih diperbolehkan untuk truk kontainer. “Tondo saya pikir masih bisa dimasuki oleh truk kontainer karena di sana menjadi kawasan pergudagan,” katanya.

Ia juga meminta Pemkot juga harus tegas soal tidak boleh adanya gudang dalam kota.  “Harus ada penertiban gudang dalam kota sehingga tidak ada lagi kontainer yang masuk dalam kota,” katanya.

Soal adanya pertanyaan kenapa bukan gudang dalam Kota yang terlebih dahulu ditertibkan. Rusman menyatakan ini adalah persoalan kewenangan yang berbeda.

“Dishub hanya mengatur soal arus lalu lintas sementara urusan gudang adalah urusan Dinas Tata Ruang makanya seluruh staholders harus duduk bersama agar kebijakan Pemkot tidak tumpang tindih,” katanya.(zai)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.