Komisi ASN Benarkan Laporan Pejabat Pemkot Palu

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

JAKARTA – Pejabat di Komisi Aparat Sipil Negara (K-ASN), membenarkan adanya laporan dari pejabat di Pemerintah Kota Palu, karena dinonjobkan. Laporan tersebut saat ini sudah dalam proses di K-ASN. Bahkan informasinya, sudah dilakukan klarifikasi kepada beberapa pejabat berwenang.

Asisten Komisioner (Askom) yang membidangi Penyelidikan dan Pengaduan K-ASN, Sumardi, SE, MSi, mengungkapkan bahwa laporan dari Pejabat Pemkot Palu, saat ini sudah diproses oleh K-ASN. Namun prosesnya, belum sampai pada penerbitan rekomendasi atau hasil akhir dari proses pemeriksaan.

“Sudah ada masuk laporannya. Saat ini kami sedang proses. Belum banyak yang kami sampaikan, karena khawatirnya bisa memengaruhi hasil pemeriksaan,”kata Sumardi dihubungi kemarin.

Ditanya sudah sejauhmana proses pemeriksaan, Sumardi awalnya enggan membeberkan. Namun kemudian, dia mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa pihak yang dipanggil. “Belum bisa terlalu dibeberkan ya,”katanya.

Namun diperoleh informasi, bahwa Sekkot dan Wali Kota Palu, kabarnya sudah dipanggil oleh K-ASN. Bahkan di hadapan tim K-ASN, pejabat Pemkot Palu yang memberikan klarifikasi, mengaku ada prosedur yang dilanggar, dalam penetapan pejabat yang dinonjobkan.

- Periklanan -

Ditanya soal target waktu penyelesaikan pemeriksaan oleh K-ASN, Sumardi juga mengaku bahwa tidak ada target waktu dalam menyelesaikan setiap laporan. Namun K-ASN kata pejabat eselon II di K-ASN tersebut, berupaya untuk segera mencari solusi atas setiap laporan yang masuk.

“Kita selalu mencari solusi dari setiap laporan yang masuk, dengan disandarkan pada aturan,”ungkapnya.

Ditanya siapa pejabat Pemkot yang melapor, Sumardi juga enggan membukanya, karena katanya masih dalam proses pemeriksaan. Juga mengenai jumlah pejabat yang melapor, Sumardi tetap enggan memberikan penjelasan secara detil.

“Yah, pokoknya ada, sekitar 2 atau 3 orang,”jawabnya singkat. Termasuk dari jabatan eselon berapa, Sumardi tetap tidak mau membukanya.

Di sisi lain, Sumardi juga mengungkapkan bahwa K-ASN secara resmi juga telah menerima laporan dari pejabat yang mengaku dinonjobkan di Kabupaten Tojo Unauna. Namun untuk laporan dari Touna, Sumardi belum banyak memberikan keterangan, sebab laporannya baru masuk ke bidangnya.

“Sampai saat ini, baru pejabat dari Pemkot Palu dan Pemkab Touna yang melapor secara resmi ke K-ASN. Namun laporan dari Pemkot Palu, lebih dulu masuk dan sudah dalam proses. Untuk Touna, masih baru (masuk) laporannya,”tandasnya.

Sumardi juga mengakui, untuk laporan yang masuk ke K-ASN sudah cukup banyak. Namun laporan yang masuk, baru sebatas lewat SMS, WhatsApp, atau email. Sedangkan K-ASN, hanya akan memproses laporan yang disampaikan secara resmi, serta didukung atau diperkuat dengan dokumen-dokumen.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.