Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

KKJST Berbagi dengan Anak dan Korban Bencana Pasigala

PALU – Dalam mengisi kegiatan di bulan Ramadan, Kerukunan Keluarga Jawa Sulawesi Tengah (KKJST) berbagi senyuman kepada anak-anak korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang masih berada di lokasi-lokasi pengungsian.

“Ada sedikit rezeki yang kami bagikan kepada anak-anak untuk bisa membeli baju lebaran dan berbuka puasa bagi keluarga kita yang di pesisir pantai Talise dan di Huntara,” kata Sekretaris Umum KKJST, Dr Ali Hafid MPd kepada Radar Sulteng, Senin (13/5).

Untuk Huntara, KKJST menyambangi anak-anak di sekitar Gawalise yang sudah tidak memilik orang tua. Sedangkan di pesisir pantai Talise, pengungsian yang terletak di Kelurahan Tondo belakang hotel Brizky menjadi tujuan KKJST memberikan santunan bagi korban bencana yang terdampak tsunami.

Bantuan ini diperoleh dari anggota KKJST dan sebagian dari Kehsyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pantoloan.
“Pak abdurrahman dan pak Hariyanto sebagai KTU menitipkan uang untuk disalurkan kepada masyarakat pesisir,” jelas Dr Ali Hafid.

Selain bagi korban bencana 28 September 2018 lalu, KKJST sebelumnya juga sudah menyalurkan berbagai bantuan ke korban banjir Bandang desa Bangga ada tiga truk yang membawa bantuan berupa makanan, pakain dan obat-obatan, termasuk dua tandom air. “Perkumpulan Pelajar Pemuda Jawa Sulawesi Tengah (Permuja) yang selalu mensupport kegiatan KKJST dalam penyaluran bantuan kemanusiaan,” terang Dr Ali Hafid.

Dia berharap secuil sedakah ini bisa dipergunakan oleh masyarakat Pasigala dan membantu meringankan sedikit senyuman bagi mereka untuk menghadapi lebaran. “Serta mendorong korban bencana lebih kreatif dalam beribadah dan mempersiapkan diri di hari yang fitri,” sebutnya.

Dr Ali Hafid menambahkan KKJST juga membawahi 34 kerukunan yang saling bahu-membahu, mensupport dan bantuan berhasil dikumpulkan juga dari kerukunan-kerukunan yang menitipkan bantuannya untuk korban Pasigala dan banjir bandang Sigi. Adapula Kerukunan yang langsung ke lokasi, namun tetap mengkoordinasikan dengan KKJST.
“KKJST ini kan bersifat kepulauan Jawa jadi disitu ada kerukunan dari Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Madura, Jawa Timur, semua berkumpul disitu dengan nama masing-masing. Jadi semua kerukunan-kerukunan ini dibawa naungan KKJST sebagai payungnya dan ketika ada beberapa kegiatan kita saling membantu,” katanya.

Diharapkan pada Ramadan ini masyarakat khususnya masyarakat Jawa tetap memiliki kebersamaan untuk membantu saudara-saudara di Pasigala maupun korban-korban bencana di seluruh Indonesia. Dr Ali Hafid mengakui beberapa waktu lalu juga masyarakat Jawa mengirimkan bantuan ke wilayah Lampung. Jadi, kerukunan Jawa ini dibentuk memiliki wadah saling asa, asi dan asu serta tut wuri handayani.

“Makanya di logonya ada kalimat tut wuri handayani, diharapkan bisa sebagai panutan di masyarakat Jawa sendiri dan orang lain juga mudah-mudahan bisa mencontoh apa yang terbaik. Orang jawa diharapkan selalu memunculkan kualitas hidup yang baik apalagi di bulan ramadan ini bisa memperbanyak sedekahnya,” tutup Dr Ali Hafid. (acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.