Kisah Pilu Perempuan Veteran AS: Mereka Diperkosa Komandan Sendiri

- Periklanan -

Lurae Horse. (Foto: Mary F. Calvert via Daily Mail)

MEREKA mendaftarkan diri sebagai anggota militer Amerika Serikat dengan bangga. Menjadi anggota untuk mengabdikan diri pada negara. Namun, kenyataan berkata lain. Sebagian dari mereka harus keluar dari militer setelah mendapatkan pelecehan seksual di lingkungan militer.

Mereka tidak sanggup menahan beban itu. Mereka menyerah. Fotografer Mary F. Calvert merekam kehidupan para veteran perempuan ini. Kehidupan pilu yang jauh dari rasa bangga pernah menjadi anggota militer.

Cerita mengerikan mereka menjadi korban pelecehan dari komandan dan supervisor mereka di militer, plus stress setelah trauma, sangat mempengaruhi kehidupan personal dan perekonomian mereka. Calvert memotret semua itu dan mencetaknya dalam hitam putih.

Hasil karyanya menyentuh. Cerita di balik foto itu pun memilukan hati yang membacanya. Salah satunya kisah Lurae Horse yang berdinas di Angkatan Udara AS. Waktu itu dia adalah mekanik yang bekerja pada pesawat bomber B-29.

Kata Horse, dia diperkosa salah satu anggota kuardonnya. Namun, dia tidak pernah melayangkan tuntutan. ”Saya hanya memakai kembali celana dalam saya dan kerja lagi,” kenangnya.

- Periklanan -

Kisah serupa dipaparkan Sarah Jenkins. Jenkins berhasil menyelesaikan masa dinasnya di Angkatan Laut AS. Namun dia juga member Military Sexual Trauma. Lembaga itu bertugas untuk memberikan pendampingan untuk anggota militer yang menjadi korban anggota militer lain saat masih berdinas.

Jenkins saat ini menjadi pecandu. Dia tinggal di jalan dan bergantung pada bantuan yang diberikan lembaga National Veterans Foundation. Perempuan dalam militer yang kemudian mengadukan kasus pelecehan seksual itu kerap kucilkan dari militer.

Seperti Paula Anderson yang bergabung di Angkatan Darat AS. Anderson mengatakan kepada pimpinannya kalau dia dibikin mabuk kemudian diperkosa oleh rekan tentara yang lain. Angkatan Darat menerima laporan itu namun kemudian mereka memindahkan Anderson ke Korea.

Pun dengan Darlene Matthews. Matthews tidak punya rumah. Selama dua tahun di menanti bantuan dari departemen veteran untuk mendapatkan tempat tinggal. Namun, belum juga diberikan. Perempuan yang masuk Angkatan Darat AS pada 1976 itu mengenang betapa waktunya di Markas Angkatan Darat McLellan, Alabama, adalah pengalaman mengerikan. ”Saya berniat bergabung dengan para perempuan-perempuan militer ini dan tidak ada akan masalah seksual. Namun, saya bergabung dan masalah itu ada.”

Cerita Butts juga tidak kalah seram. Butts adalah anggota Angkatan Darat muda yang ditempatkan di Ft. Devens, Massachuetts. Namun, itu bukanlah tempat aman. Di sana dia menyaksikan kampanye pemerkosaan yang terstruktur di dalam unitnya. Pada malam hari, kata Butts, seorang sersan atau seorang letnan akan masuk dan membawa seorang wanita ke kamar mandi. ”Anda bisa mendengar mereka berjuang dan berteriak. Mereka akan kembali ke barak sambil menangis,” katanya.

Melissa A. Ramon juga mengalami kisah yang sama. Selama sembilan tahun single mother itu bergabung bersama Angkatan Udara AS. Tetapi, bukan kebanggaan yang didapatkannya. Dia mengalami trauma seksual militer di tangan instruktur pelatihan dan rekan-rekan sejawat lain. Begitu beratnya trauma itu, sehingga Ramon sampai saat ini bergantung dengan banyak pil penenang yang diresepkan dokternya. (jpnn*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.