Kinerja Semester Pertama 2019 BNNP Sulteng

Tangkap 40 Pengedar Narkoba, Amankan Sabu 997, 68 Gram dan 2000 Butir Pil THD

- Periklanan -

PALU – Semester pertama Tahun 2019, BNNP Sulawesi Tengah berhasil menyita sekitar hampir 1 kilogram Narkoba jenis sabu-sabu. Barang haram tersebut diamankan dari puluhan pelaku, yang juga ditangkap bersamaan di tahun ini.
Hal ini disampaikan, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng, Brigjen Pol Suyono, di Kantor BNNP Sulteng, Senin (15/7) kemarin. Disampaikan Suyono, bangsa ini tengah dihadapkan situasi darurat Narkoba, sehingga diperlukan upaya serius mengatasinya. “Upaya pengurangan supply dan demand pun terus dilakukan secara berimbang,” katanya.
Pada sisi supply reduction atau memutus pasokan narkotika, BNNP lewat upaya pemberantasannya, telah berhasil mengungkap 26 kasus narkotika periode Januari hingga Juli 2019. Adapun pelaku yang diamankan sebanyak 40 orang. “Barang bukti sendiri berupa sabu ada sekitar 997,68 gram atau hampir satu kilogram dan pil THD sebanyak 2000 butir,” ungkap Suyono.
Pengungkapan jaringan Narkoba di Sulteng pun, terus dilakukan, untuk menurunkan pasokan Narkoba di daerah ini. Masih menurut Suyono, langkah pemberantasan saja tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan jika tidak diimbangi dengan demand reduction atau pengurangan permintaan Narkoba melalui langkah pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. “Untuk pencegahan, BNNP Sulteng terus melakukan Diseminasi Informasi berupa sosialisasi Bahaya Narkoba ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari Intansi Pemerintah, Instansi Swasta, Kelompok Organisasi Masyarakat, Instansi Pendidikan dan Perguruan tinggi, serta kelompok-kelompok masyarakat,” terangnya.
Bahkan sesudah diguncang musibah bencana alam yaitu gempa, tsunami dan likuifaksi, BNNP Sulteng giat bekerja sama dengan aktivis-aktivis dan NGO yang bekerja di posko-posko pengungsian kelompok rawan dan rentan agar masyarakat terdampak bencana, tidak sampai lengah menjaga diri, keluarga dan masyarakat dari penyalahgunaan Narkoba.
Sejauh ini, sejak Januari hingga Juli 2019, BNNP Sulteng telah melakukan diseminasi informasi hingga 11.024 orang. Dengan rincian 5.787 orang pelajar, 1.225 pihak swasta, 620 pekerja, dan 3392 kelompok masyarakat. BNNP Sulteng juga memberikan informasi tentang P4GN melalui media sosial yaitu media Instagram dan Web. Jangkauan melalui Instagram adalah 1.649 orang, untuk website adalah 342.508 orang.
Selain diseminasi informasi, juga dilakukan advokasi pada pemangku kebijakan di instansi pemerintah dan swasta agar dapat membangun sistem lingkungan yang berwawasan anti Narkoba seperti membuat aturan tentang sosialisasi narkoba, aturan penggunaan media (stiker, pamflet dll) dalam pencegahan narkoba.
Untuk menguatkan perlawanan terhadap narkoba, BNNP Sulawesi Tengah membangun sinergi dengan seluruh pihak di Sulawesi Tengah. Sinergi itu berupa kerja sama antara BNNP Sulteng dengan Organisasi Pemerintah Daerah, Organisasi Masyarakat dan Pihak Swasta. Sebanyak 3 perjanjian kerja sama telah dilaksanakan. Sejauh ini, hasilnya terus positif dimana kedua belah pihak terus saling mendukung upaya pencegahan melalui sosialisasi dan tes urin.
Oleh karena itu, menyikapi persoalan Narkoba yang masih mengancam, Gubernur Sulawesi Tengah telah mengeluarkan Peraturan Gubernur dan instruksi Gubernur tentang Rencana Aksi Nasional di Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika no 2 Tahun 2019. Yang pada Intinya adalah menginstruksikan kepada Bupati/ Wali kota, Kepolisian Daerah, Organisasi Perangkat Daerah dan Instansi Vertikal yang ada di Sulawesi Tengah untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba serta melaporkan hasilnya kepada Gubernur melalui kepala BNNP Sulteng.
Pergub dan Instruksi ini mendorong percepatan seluruh intansi pemerintah dalam mengupayakan dukungan terhadap pencegahan dan pemberantasan penylahgunaan dan peredaran gelap di Sulawesi Tengah.
Sebagai respon positif terhadap Pergub dan Instruksi Gubernur serta Instruksi Presiden sejumlah kementerian atau lembaga, Pemda, BUMN, dan instansi swasta telah melakukan aksi nyata, baik dalam bentuk sosialisasi bahaya Narkoba, tes urine, ataupun pembentukan kader anti narkoba dalam mendukung terselenggaranya Inpres No. 6 tahun 2018.
Selain itu, BNN se-Sulawesi Tengah mendorong terbentuknya Desa Bersinar yaitu Desa yang bersih dari Narkoba. Saat ini terdapat 86 Desa yang telah berkomitmen dan didorong untuk menjadi Desa Bersinar. BNN Se Sulawesi Tengah akan jadi peggerak bagi mereka dalam menjalankan programnya dengan menggunakan anggaran dana desa yang menurut kementerian Desa dapat digunakan seoptimal mungkin memerangi narkoba. “Kami terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta perang melawan Narkoba. Kita tidak mau generasi muda kita hancur karena Narkoba. Perang melawan Narkoba adalah kewajiban kita semua,” tandas Suyono. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.