alexametrics Ketum DDI Sulteng Ikut Peringati Hari Santri – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ketum DDI Sulteng Ikut Peringati Hari Santri

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Ketua Umum (Ketum) Pengurus Wilayah (PW) Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Provinsi Sulawesi Tengah Prof. Dr. KH. M. Asy’ari, M.Ag, menghadiri acara peringatan hari santri yang di gelar di mushalla Nur Islamiyah, yang terletak di Jalan Pue Bongo II perumahan Griya Sejahtera rt/rw 01/07, Kelurahan Palupi, Kamis (22/10) lalu.
Ia tampak didampingi oleh Siti Masitoh, S.Pd.I, M.M selaku pengurus PW DDI Sulteng, tampak juga di sisi Asy’ari yakni pimpinan Jamaah Qurra Wal Huffaz (JQH) Dr. H. Mun’im Godal, MH.I dan sejumlah pimpinan Ormas Islam lainnya. Acara ini diawali dengan salat Magrib bersama kemudian dilanjutkan dengan dzikir yang dipimpin oleh H. Muhammad Rum, dilanjutkan dengan sambutan oleh pimpinan JQH Mun’im Godal.

Dalam acara tersebut, Asy’ari dan seluruh jamaah ikut membaca zikir bersama puluhan warga setempat dan beberapa warga dari kelurahan lain di mushalla Nur Islamiyah. Dalam sambutan nya Mun’im Godal, mengingatkan kepada masyarakat untuk terus meneladani sifat nabi Muhammad yang sejatinya juga seorang santri.

“Karena hakikat santri adalah dia yang menjaga dan terjaga dari hiruk pikuk dunia untuk memfokuskan diri menuntut ilmu, hanya bedanya nabi Muhammad SAW di didik langsung oleh Allah SWT, sedangkan para santri sekarang di didik oleh para ulama, kyai dan guru-guru yang memiliki disiplin ilmunya masing-masing, para sahabat nabi pun demikian,” ungkapnya kepada Radar Sulteng.

Parasahabat nabi, ngaji dengan dan ikut duduk di pengajian nabi, bertanya, berdiskusi dan mencatat apa yang disampaikan nabi, hanya yang membedakan dengan santri sisi formalitas pada sistem pendidikan masa nabi dan masa sekarang. Acara ini kemudian dilanjutkan dengan ceramah hikmah perayaan hari santri oleh ustadz Sayyid Abu Kafrawi dengan tema training qalbu mengkaji esensi dan urgensi santri Pon-pes di masa pandemi covid-19.
Kafrawi mengingatkan, agar meneladani sifat nabi dalam masa-masa sulit atau yang biasa dikenal dengan Aamul Huzn (tahun kesedihan), tabah menghadapi keterbatasan pangan, cobaan kematian istri dan paman tercinta, hinaan, dan tabah menghadapi isolasi kaum kafir Qurais yang memboikot dakwah beliau.

“Namun, beliau SAW selalu membalas semua itu dengan doa dan tetap menjalin silaturahim dengan kerabat-kerabatnya. Kalau kita, apakah sanggup?, mungkin kalau basic santri bisa,” kata Kafrawi dengan diiringi tawa jamaah.

Acara ini juga diisi dengan doa bersama yang di pimpin ustad Marjan, SH.I, dalam doanya, Marjan memohon kepada Allah untuk umat muslim agar selalu kuat dan gigih menghadapi pandemi covid-19 ini, mampu meneladani sifat baik nabi Muhammad dalam menghadapi berbagai cobaan dan memohonkan kepada Allah doa tolak bala untuk para korban musibah dari bencana yang terjadi pada sejumlah kawasan di Indonesia dari banjir, longsor, kebakaran dan angin putting beliung. (zal)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.