Ketua Bawaslu Sulteng Berganti

Diduga Buntut dari Kekisruhan Perkara TMS WinStar

- Periklanan -

PALU-Dinamika di tubuh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) begitu cepat, pasca vonis Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar yang menyatakanmenolak eksepsi tergugat yaitu KPU Banggai dan membatalkan Surat Keputusan KPU Banggai Nomor 51/PL.02.3-Kpt/7201/KPU-Kab/IX/2020 tanggal 23 September 2020 Tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Banggai tahun 2020, sekaligus memperkenankan pasangan calon (Paslon) H. Herwin Yatim-H. Mustar Labolo (WinStar) mengikuti Pilkada serentak di Kabupaten Banggai tahun 2020.

Setelah vonis PT TUN, berimbas pada posisi pimpinan Bawaslu Sulteng, yang berujung pada pergantian pucuk pimpinan Bawaslu, dari ketua Bawaslu sebelumnya Ruslan Husen kepada Ketua Bawaslu saat ini Jamrin Jainaz. Publik pun tersentak. Begitu cepat terjadi pergantian pemimpin Bawaslu yang tidak biasanya.

Kepada Radar Sulteng, salah seorang pimpinan Bawaslu Sulteng yang membidangi Sumber Daya Manusia (SDM), Zatriawati, mengungkapkan pergantian pimpinan setingkat ketua Bawasslu di internal pengawasan Pemilu itu hal biasa. Bahwa terpilihnya Jamrin Jainaz sebagai Ketua Bawaslu Sulteng itu sudah melalui mekanisme yakni melalui rapat pleno lima orang pimpinan Bawaslu Sulteng.

“ Ini merupakan hasil pleno kami berlima. Dimana hasil pleno itu memutuskan pak Jamrin untuk memimpin Bawaslu Sulteng, “ kata Zatriawati.

Kemudian menyebutkan nomor SK penetapan Ketua Bawaslu Sulteng yang baru, yang ditandatangani oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan. Adapun nomor SK penetapan itu Nomor 0358/K.BAWASLU/HK.01.01/X/2020 Tentang Penetapan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Tengah.

- Periklanan -

Ditanya mengapa bisa terjadi pergantian pimpinan di Bawaslu Sulteng, padahal belum selesai masa jabatan ketua untuk menyelesaikan masa periodesasi tugas Bawaslu selama lima tahun 2018-2023, seperti masa-masa sebelumnya Bawaslu Sulteng, misalnya di zaman Ketua Bawaslu Sulteng sebelumnya Dr. Ratna Dewi Pettalolo yang tidak pernah diganti hingga masa tugasnya berakhir.

Dijelaskan Zatriawati, hal itu dikarenakan masalah internal. Namun Zatriawati enggan menyebut secara detail apa penyebab masalah internal itu. Termasuk masalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang terjadi di Kabupaten Banggai, dimana petahana Herwin Yatim-Mustar Labolo (WinStar) harus berpayah-payah melakukan gugatan ke PT TUN Makassar, dengan harapan bisa lolos mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 ini.

“Sekali lagi ini hanyalah masalah di internal. Siapa saja bisa menjadi ketua Bawaslu provinsi, karena di situ jelas anggota merangkap ketua, atau ketua merangkap anggota. Kan begitu, “ tutur Zatriawati.

Disebutkannya, rapat pleno itu merupakan rapat evaluasi jajaran pimpinan Bawaslu Sulteng berlima, sehingga melahirkan sebuah keputusan yang menetapkan mantan wartawan Radar Sulteng Jamrin Jainaz menjadi Ketua Bawaslu Sulteng.

“ Namun demikian tugas-tugas yang diemban, misalnya mantan Ketua Bawaslu Ruslan Husen tetap bertugas sebagai Devisi Hukum. Yang bergeser itu hanya posisi ketua, “ ujar Zatriawati.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.