Ketika SMK MUHIPA Melakukan Simulasi Penyelenggaraan Jenazah

- Periklanan -

SIMULASI: Proses simulasi penyelenggaraan jenazah yang dilakukan SMK Muhammadiyah Palu Kamis (23/2). (Foto: Dok)

HIDUP di dunia ini hanya sementara saja. Tidak ada kehidupan yang abadi. Ketika ajal datang, maka keranda mayat menjadi kendaraan yang mengantar ke tempat peristirahatan yang terakhir. Dan seluruh harta benda, keluarga, serta para sahabat, akan ditinggalkan untuk selama-lamanya.

LAPORAN : Andika M Putra


DALAM agama Islam, seseorang yang meninggal dunia tidak membawa apa pun, kecuali selembar kain putih yang menyelimuti seluruh tubuh. Dan amal perbuatan selama hidup di dunia, yang akan di-pertanggungjawabkan di depan pengadilan Allah SWT.

Sehingga, kata mati menjadi momok ketakutan tersendiri bagi sejumlah orang, yang mana semasa hidup di dunia kurang melakukan hal-hal positif serta ibadah kepada Allah SWT. Namun, mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, kematian pasti mendekati dan akan dialami seluruh makhluk bernyawa tak terkecuali manusia.

Seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Palu, Kamis (23/2), dalam ujian kompetensi siswa bidang Al-Islam Kemuhammadiyaan Bahasa Arab (ISMUBA) dengan mengadakan kegiatan simulasi penyelenggaraan jenazah.

Kegiatan penyelenggaraan jenazah yang pertama kali dilakukan SMK Muhammadiyah itu, diikuti seluruh kelas XII yang berjumlah 200 siswa dari semua jurusan di sekolah itu. Sebelum ujian simulasi, para siswa dibekali terlebih dahulu oleh panitia dan tim guru SMK Muhammadiyah, sehingga para siswa tidak lagi mengalami kesulitan yang besar pada ujian kompetensi siswa tentang simulasi penyelenggaraan jenazah.

Menariknya, semua unsur yang melengkapi kegiatan penyelenggaraan jenazah, dilakukan oleh para siswa. Seperti menjadi jenazah, keluarga duka, sahabat duka sampai pada pembawa acara dalam acara penguburan.

Bukan hanya itu, siswa juga diuji dengan melakukan praktik salat mayat yang baik dan benar, sampai pada proses pengantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhir yaitu kuburan. Pengantaran itu dilakukan dengan melewati Jalan Soeprapto, Jalan M.T Hariono dan Jalan Yojokodi hingga kembali kedalam sekolah, dari pengantaran tersebut sempat menjadi tontonan masyarakat palu yang melihatnya.

- Periklanan -

Yusuf Ardiaman, salah seorang siswa ujian simulasi jenazah yang berperan sebagai jenazah mengatakan, awalnya merasa ragu-ragu dan takut ketika berperan sebagai mayat. Sebab selain akan dibungkus dengan kain putih, dirinya pun diangkat menggunakan keranda mayat menuju kuburan layaknya proses pemakaman yang sebenarnya.

Namun, perasaan itu hilang ketika menyadari bahwa semua manusia termasuk dirinya suatu saat nanti pasti akan berada di atas keranda tersebut, sehingga dirinya memberanikan diri menjadi mayat dalam kegiatan itu.

“Dengan kegiatan ini, saya banyak mendapatkan pelajaran berharga terutama setelah menjadi mayat. dari situ saya sadar bahwa setelah menjadi mayat, saya tidak bisa berbuat apa-apa. hanya menuruti manusia yang masih hidup,” ungkapnya

Ketua panitia kegiatan penyelenggaraan jenazah serta berprofesi sebagai guru ISMABA di sekolah itu, Ismail S.Sy mengatakan, kegiatan tersebut baru pertama kalinya dilakukan pihak sekolah dalam menguji kompetensi para siswa di bidang ISMABA, dan ke depan akan selalu di adakan kegiatan penyelenggaraan jenazah tersebut.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada para siswa SMK, bahwa kehidupan yang dijalani sekarang ini hanyalah sementara. Semua manusia pastikan akan menemui ajalnya, bukan hanya pada seorang berusia tua, tapi yang masih muda sekali pun.

“Agar para siswa lebih mengetahui tata cara yang baik dalam menangani jenazah,” ungkapnya saat ditemui Radar Sulteng.

Selain itu, Ismail mengungkapkan ke depan dampak kegiatan itu akan sangat berpengaruh kepada kehidupan siswa. Utamanya siswa akan selalu mengingat datangnya kematian sehingga para siswa akan selalu melakukan amal ibadah untuk bekalnya di akhirat nanti.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah, Julian Satrio mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ujian kompetensi bidang Al Islam Muhammadiyah Bahasa Arab itu. Karena di SMK Muhammadiyah selain ada ujian kompetensi kejuruan, pihaknya juga mengadakan ujian kompetensi siswa pada Al Islam Muhammadiyah Bahasa Arab, khususnya di kegiatan penyelenggaraan jenazah.

Kegiatan itu sangat positif dilakukan. Selain untuk pembelajaran siswa tentang simulasi penyelenggaraan jenazah, kegiatan tersebut juga memberikan informasi kepada masyarakat Kota Palu tentang betapa pentingnya penyelenggaraan jenazah dengan tata cara yang benar. “Kegiatan penyelenggaraan jenazah ini, akan kami program agar rutin dilakukan setiap tahunnya,” tutupnya. **

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.