KESETIMBANGAN

Oleh : Syam Zaini

- Periklanan -

KESETIMBANGAN benda tegar adalah kondisi dimana momentum benda tegar sama dengan nol. Artinya jika awalnya benda tegar tersebut diam, maka ia akan tetap diam. Namun jika awalnya benda tegar tersebut bergerak dengan kecepatan konstan, maka ia akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan. Tentunya yang pernah mempelajari Fisika, telah memahaminya.
Hidup memang tidak akan lepas dari berbagai tuntutan yang harus dipenuhi. Jika dalam proses hidup ini tidak memiliki orientasi, maka hidup akan berjalan tanpa arah, terombang ambing oleh keadaan.
Harapan bisa diartikan sebagai haluan, di mana pada saat hidup ini mendapati kebingungan maka yang menjadi pijakan awal atau tujuan awalnya adalah tetap kembali kepada harapan yang tersemai dalam diri kita. Sehingga secara otomatis akan muncul dalam dirinya untuk bangkit mencapai harapan harapan itu.
Manusia dapat hidup 40 hari tanpa makan, tanpa air bisa bertahan hidup 3 hari, tapi manusia tanpa harapan hanya dalam 1 detik sudah mati. Hiduplah dengan harapan harapan kita masing-masing, dan jangan hidup dengan keputusasaan. Bangunlah impian-impian lebih dari segalanya, karena mimpi dan harapan adalah Ruh Kehidupan yang mampu membuat rasa nikmat.
Setiap orang pasti pernah merasakan sedih, kurang bersemangat, atau kecewa. Apabila saat ini kita sedang merasakannya, di sinilah pentingnya peranan saudara, sahabat dan rekan organisasi.

Di PGRI, Apa yang Dicari?


PERAN PEMIMPIN.
Teori path-goal (jalur tujuan) merupakan suatu pengembangan, karena peran pemimpin yang berhubungan dengan motivasi kerja. Teori path-goal juga menjelaskan dampak perilaku pemimpin pada motivasi rekan kerja.
Paling tidak teori ini memberikan tawaran empat peran pemimpin dalam memotivasi rekan kerja di organisasi, yaitu :
1) Peran direktif; Pemimpin memotivasi rekan kerjanya dengan membantu, memahami cara kerja yang diperlukan agar dapat menyelesaikan tugas-tugasnya.
2) Peran support; Pemimpin memotivasi rekan kerjanya dengan bersifat ramah. Pemimpin juga memperlakukan semua rekan kerja yang sama dan menunjukkan tentang keberadaan mereka, status, dan kebutuhan-kebutuhan pribadi, sebagai usaha untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang menyenangkan di antara anggota organisasi serta dapat meningkatkan motivasi kerja pada rekan kerja. Selain itu pemimpin juga memberikan pujian sebagai bentuk dukungan kepada rekan kerja untuk terus bekerja lebih lagi.
3) Peran partisipatif; Pemimpin berkonsultasi dengan rekan kerja dan menggunakan saran-saran dan ide dari rekan kerja sebelum mengambil suatu keputusan. Peran partisipatif dapat meningkatkan motivasi dari rekan kerja. Peran partisipatif merupakan peran yang sulit untuk dijalankan, karena pemimpin harus percaya dengan kemampuan/pendapat dari rekan kerja, karena apabila semua pendapat rekan kerja didengar oleh organisasi hal itu juga akan menimbulkan masalah, karena ada yang diakomodir ada juga yang tidak.
4) Peran yang berorientasi prestasi; Pemimpin menetapkan tujuan yang menantang dan mengharapkan rekan kerja untuk berprestasi semaksimal mungkin serta terus menerus mencari pengembangan prestasi dalam proses pencapaian tujuan tersebut,

- Periklanan -

Peranan Pendidik Melestarikan Budaya Nusantara Dalam Kalangan Pelajar Tempatan (Lokal) dan Antar Bangsa


Hidup tanpa visi dari suatu organisasi adalah pekerjaan yang membosankan. Visi tanpa tindakan hanyalah mimpi kosong. Aksi yang dipandu oleh visi adalah sukacita dan harapan organisasi.
Visi PGRI; “Terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Guru Indonesia yang Terpercaya, Dinamis, Kuat dan Bermartabat.
PGRI merupakan rumah besar guru Indonesia memiliki Visi, sebagai panduan dalam melakukan seluruh aksi. Impian dari seluruh tindakan pengurus merupakan akumulasi untuk mencapai visi tersebut.
Tentunya tidak mudah untuk mencapai visi tersebut, namun merupakan “impian” dari setiap pengurus PGRI di tiap tingkatan dengan anggotanya. Seyogyanya seluruh pengurus dan anggota guru PGRI mengetahui, berkomitmen melaksanakan bersama-sama berupa tindakan nyata untuk menggapai visi tersebut. Perlu lompatan berpikir yang “radikal” agar visi tersebut bisa tercapai, karena jika tidak, maka visi tersebut hanya manis dan indah saja saat dibaca.
Mewujudkan PGRI yang KIDS ; Kuat, Independen, Dinamis dan Sinambung merupakan cita-cita bersama, bisa jadi pengurus saat ini tidak akan melihat terwujudnya cita-cita itu kelak, namun generasi kedepan akan mencatat hal tersebut. Betapa banyak hal-hal yang monumental telah dibuat para tokoh-bangsa, yang ketika itu banyak yang menentangnya, tapi saat ini menjadi pujian. Hari ini bangsa Indonesia bisa bangga dengan adanya ikon “Monas” di Jakarta, tidak lengkap bagi orang didaerah yang pertama kali ke Jakarta jika tidak melihat tugu Monas, padahal saat dibangun dahulu pun sangat ditentang oleh yang kontra.
Hidup ini tidak mungkin bisa menyenangkan semua pihak, pastilah ada yang pro dan kontra, tidak masalah, sepanjang berjalan pada rel-rel yang sudah ditetapkan oleh organisasi. Tidak ada pemimpin “superman”, yang mampu berbuat sendirian, namun bagaimana bersama-sama berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama ! Semoga….
Wassalaaam……, tabe.

*) Penulis adalah Ketua PGRI Provinsi Sulteng

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.