Keroyok Warga, Dua Pegawai Kemenkumham Sulteng Dipolisikan

- Periklanan -

PALU – Karena terlibat dugaan tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di depan Bank BRI Unit Masomba, dua oknum pegawai pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) kantor Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) dilaporkan ke polisi. Dua oknum itu HEM dan BOS. Keduanya terlibat pengeroyokan bersama salah satu warga yakni ADR yang juga turut dilaporkan.

Korban dari perbuatan para terlapor yakni RIV. Dugaan pengeroyokan itu resmi dilaporkan korban Jumat (27/4) pekan kemarin, di Polsek Palu Selatan. Laporan Polisi Nomor : LP/ 301/IV/2018/RES PALU/SEK PALSEL, tertanggal 27 April 2018. Saat, melapor RIV, warga di Jalan Anoa 1, Palu Selatan ini, hadir bersama beberapa saudaranya termasuk ibu kandungnya YEN.

Ternyata korban adalah anak kandung dari YEN, perempuan lanjut usia yang pernah digugat dua putri kandungnya di Pengadilan Agama (PA) Palu, akhir 2017 lalu, karena menuntut harta gono gini. Berdasarkan data,  para pelaku ternyata ipar serta sepupu dari dari korban sendiri.” Dugaan pengeroyokan ini, sebenarnya saya tidak mau laporkan. Hanya adik-adikku bersama suaminya, sudah kelewatan sekali. Adik kandung mama saja dorang hina-hina bahkan sampai menghina di media sosial,” kata RIV kepada Radar Sulteng

Pengeroyokan itu sendiri dialaminya saat usai mendapingi ibunya YEN melakukan pencairan uang di Bank BRI, tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.00 wita, Kamis (26/4). Saat itu, kedua adiknya istri dari terlapor ADR dan HEM turut hadir. Pencairan uang itu sebagian di antaranya akan diberikan kepada kedua adiknya.

“Saat keluar dari bank, belum juga naik di mobil dipanggil sepupuku terlapor BOS. Ternyata HEM dan ADR datang bersama BOS. Ribut akhirnya terjadilah pengeroyokan itu. Entah karena saya sudah tidak pernah buat masalah dengan mereka. Begitu juga sejak Mama digugat oleh adik-adikku, saya tidak pernah ikut campur,” jelasnya.

- Periklanan -

Hari itu juga korban Riv langsung jalani pemeriksaan. Ibu kandung korban YEN sangat menyesali peristiwa yang dilakukan ponakan bersama kedua anak mantunya tersebut. Padahal hari itu, 30 menit sebelum kejadian istri HEM dan ADR baru saja menerima uang. Termasuk terlapor BOS, ponakannya.

Paling disayangkan YEN, terlapor BOS dan HEM adalah dua oknum pegawai pada Kantor Wilayah Kemenkumhan Sulteng. Sedianya menjadi panutan, keduanya malah melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Apalagi tempat kerja keduanya adalah lembaga negara yang membidangi hukum dan Hak Asasi Manusia. “Mereka ini bukan memberikan contoh yang baik. Padahal pegawai hukum dan ham, malah melanggar hukum termasuk Ham,” kata YEN dengan perasaan kecewa.

Salah satu pihak Polsek Palu Selatan yang ditemui hari itu membenarkan telah menerima pelaporan kasus pengeroyokan yang dialami korban RIV. Bahkan pihak Polsek Palu Selatan, sudah meminta korban untuk melakukan visum. Sebab saat melapor di wajah korban masih nampak luka memar dampak pengeroyokan.

Terpisah  kepala Sub Bagian Penyusunan Pelaporan, Humas dan Teknologi Informasi,  Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng Asman SH, membenarkan kalau oknum HEM dan BOS itu adalah pegawai yang bekerja di kantor wilayah Kemenkumham Sulteng. “Kalau HEM ini pegawai yang bekerja di Lapas Anak, pada Lapas Klas IIA Palu. Sementara terlapor BOS ini pegawai yang bertugas langsung di Kanwil Kemenkumham,” terangnya via telepon.

Karena lagi berada di luar kota Asman belum mendapatkan kabar mengenai keterlibatan BOS dan HEM dalam kasus dugaan tindak pengeroyokan apalagi mengenai sudah dilaporkannya kedua oknum tersebut. Tapi menurut Asman, pihaknya akan segera menindak lanjuti informasi tersebut. “Kita belum mendengarkan kabar atau mendapatkan laporan itu. Jika benar ada insyaallah kalau sudah ada di Palu kita akan tindak lanjuti seperti apa persoalannya,” tandasnya. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.