Kepsek SDN 12 Tompe Naik Perahu Lewati Air Pasang

- Periklanan -

DONGGALA – Hanya berjarak ratusan meter dari bibir pantai, posisi SDN 12 Tompe, Kecamatan Sirenja, banjir karena terdampak air pasang beberapa hari terakhir.
“Saya naik perahu karena pakai rok, dan memang ada perahu yang sudah disiapkan di depan pagar sekolah milik nelayan setempat, kalau guru-guru lain gulung celana, airnya bisa sampai lutut,” kata Kepala Sekolah SDN 12 Tompe, Rosniar SPd kepada Radar Sulteng, Selasa (23/4).
Lanjutnya, jika air pasang guru-guru harus tiba lebih pagi untuk menghindari genangan yang cukup tinggi. Sepeda motor pun diparkir di jalan trans sulawesi. Jarak antara jalan trans dengan posisi bangunan SDN 12 Tompe sekitar 30 meter.
“Saat saya pakai perahu itu puncaknya air pasang. Padahal itu baru jam enam pagi,” terangnya.
Kemarin (23/4), kondisi air pasang tidak begitu parah. Sehingga Rosniar dan guru-guru lainnya tidak begitu terganggu. Di halaman sekolah SDN 12 juga sudah ditimbun material dengan 77 dump truk, 15 kali dengan menggunakan mobil pick up, dan 10 kali dengan gerobak.
“Separuh dari kondisi timbunannya sekarang itu sudah terendam air rob lagi,” terangnya lagi.
Saat ini, ada 3 ruang kelas darurat yang dibangun di halaman SDN 12 Tompe. 3 ruang kelas itu ditempati kelas 1 sampai 3, sedangkan kelas 4 sampai 6 memanfaatkan bangunan kelas sebelumnya yang sudah dalam kondisi retak saat diguncang gempa 28 September tahun lalu.
“Dari enam ruang kelas SDN 12 ini, tiga kelasnya bisa dicapai air rob,” ungkapnya.
Bangunan SDN 12 Tompe juga berada dalam zona merah. Jika dalam aturan tidak boleh ada bangunan dalam zona tersebut. Terkait hal itu, Rosniar menjelaskan ada pengusulan lokasi dari Kepala Desa Tompe tetapi menurutnya sangat jauh dari posisi bangunan yang sekarang.
“Saya harap ada tanggul dibuat di bibir pantai, jadi airnya tidak menyeberang, dan halaman sekolah ditimbun,” harapnya. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.