Kepala PLN Batui “Mainkan” Biaya Pemasangan KWh Meter

Tetapkan Biaya Pemasangan di Atas Ketentuan Berlaku

- Periklanan -

BANGGAI – Karena menyalahgunakan wewenang serta jabatan yang melekat pada dirinya, Jordan Christo Lumi (25), karyawan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Luwuk ini, harus berurusan dengan aparat penegak hukum.
Kepala Kantor Jaga PLN Cabang Luwuk Sub Rayon Batui ini, diduga telah memperkaya diri sendiri dengan cara “memainkan” biaya pemasangan meteran dengan cara korporasi bersama beberapa karyawannya melakukan dugaan korupsi dalam kegiatan pemasangan meteran (KWh Meter) ratusan rumah warga di Desa Ondo-Ondolu dan Ondo – Undolu 1, Kecamatan Batui, tahun 2018.
Kini Jordan telah resmi berstatus tersangka dan telah mendekam di balik jeruji besi guna menjalani proses penanganan hukum selanjutnya. “Dari hasil laporan polisi diterima, tercatat ada 294 calon pelanggan yang mengajukan permohonan pemasangan meteran (KWh Meter) sudah membayar kepada tersangka Jordan,” kata Kapolres Banggai, AKBP Moch Sholeh kepada Radar Sulteng, belum lama ini.
Menurut Moch Sholeh, dari jumlah tersebut baru 207 meter yang berhasil terpasang KWH meter dan berhasil disambungkan aliran listrik ke rumah warga. Sementara 87 calon pelanggan lain yang sudah membayar sejak pertengahan tahun 2018, tepatnya medio Juli hingga kini belum terpasang, sehingga wajar jika mereka melaporkan hal itu kepada aparat berwajib.
Sejak ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, lanjut kapolres, Jordan Christo Lumi sudah mengakui perbuatannya. Dimana satu KWH meter dengan daya 900 VA di luar instalasi dalam rumah, dia bersama karyawannya mendapat keuntungan sebesar Rp845 ribu per pelanggan. Karena per pelanggan dibebankan sebesar Rp1,8 juta, sementara harga yang ditetapkan negara hanya Rp946 ribu.
“Dari jumlah itu dibaginya lagi masing-masing, Rp757.000 untuk Jordan dan Rp97.000 untuk karyawannya yang melakukan pemasangan KWH meter,” katanya.
Sedangkan untuk daya 1.300 VA, Jordan menetapkan per pelanggan sebesar Rp2,2 juta, sementara harga aslinya hanya Rp1,374 ribu, sehingga nominal keuntungan dalam per pelanggan mencapai Rp826 ribu.
“Untuk daya 1.300 VA, Jordan dapat Rp776 ribu dan karyawannya Rp50 ribu per pelanggan,” terangnya lagi.
Atas perbuatan sang “Big Boss” PLN Batui, Jordan Christo Lumi dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua puluh tahun dan didenda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.
Kini lelaki yang lahir pada 25 tahun silam harus mendekam di balik terali besi ruang tahanan Polres Banggai, sambil menunggu berkas lengkap untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Luwuk. Sementara status karyawan PT. PLN Cabang Luwuk terancam dikeluarkan dari perusahaan negara tersebut.
“Saya berharap ini menjadi pelajaran bagi seluruh karyawan PT. PLN agar tidak menaikkan biaya pemasangan KWH Meter lebih dari yang telah ditentukan,” pesan Kapolres Banggai, AKBP Moch Sholeh.(stv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.